motorinanews (Bengkayang) - Nama Kabupaten Bengkayang mungkin masih terasa asing terdengar. Maklum, ini merupakan kabupaten baru hasil pemekaran dari Kabupaten Sambas dan Singkawang. Terletak di bagian utara Kalimantan Barat, daerah ini berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia.
Bengkayang memiliki tanah subur dengan kontur beragam. Mulai dari pegunungan hingga daerah pesisir pantai. Wilayah ini kaya akan sumber daya alam. Sebut saja 4 air terjun Merasap, Ampang, Marum dan air terjun arung jeram Pangaar plus Gunung Niut yang berada di Desa Pisak, Kecamatan Tujuhbelas.
Di Desa Pisak Dusun Segiring inilah terletak sebuah sirkuit permanen grasstrack. Namanya Sirkuit Je Kai Pangaraya. "Itu dari Bahasa Dayak Bekati, artinya punya kita atau kami. Pangaraya artinya pembuat menjadi bertambah ramai atau maju," jelas Sulianus, manager sekaligus owner sirkuit.
Lalu muncul Bengkayang Sport Extreme (BSE). Klub inilah yang ikut populerkan potensi wisata lokal. Kebetulan Desa Segiring dinobatkan sebagai Desa Wisata. "Wisata dan grasstrack, dua hal yang bisa mengembangkan daerah ini lebih maju lagi," tekad Sulianus, putra daerah Segiring berusia 38 tahun.
Sejak 2016, BSE telah menggelar dua event. Keduanya baru berstandar club event. "Kini kami dipercaya menggelar Kejurda Grasstrack Kalimantan Barat Seri Keempat pada 28-29 Oktober 2017 bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda," tutur Patinus Sujik, Ketua BSE yang juga Ketua Korwil IMI Bengkayang.
"Bengkayang itu kawasan perkebunan yang sedang berkembang. Masyarakat disana perlu hiburan. Dengan adanya Kejuaraan Grasstrack menjadi agenda yang ditunggu. Begitu juga bagi pebalap di wilayah Kalbar dan pulau Borneo. Semoga didukung penuh Bupati dan pihak lain," sebut Yuliansyah, Ketua Pengprov IMI Kalimantan Barat.
Hanya saja akses jalan menuju lokasi perlu diperbaiki. Meski telah otonomi daerah sejak 1999 lalu, di bawah pimpinan Kepala Daerah Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot berusaha mengejar ketinggalan daerahnya. "Kami perlu dukungan sponsor acara. Karena hobi, kita buat sirkuit dengan dana seadanya dan bertekad adakan event," pungkas Sulianus, Anggota Korwil IMI Bengkayang. Waduh, harus dibantu nih! (BangVe)