motorinanews (Batam) - Trail Adventure Community (TAC) adalah komunitas trail adventure pertama di Batam, Kepulauan Riau. Berdiri sejak 6 Juni 2008, kini usianya menginjak 10 tahun. Tentunya semakin matang dalam organisasi.
Wajar bila Rayon atau Chapter telah menyebar di banyak Kecamatan dan instansi pemerintah maupun swasta. Total ada 11 rayon sekarang. Mulai dari Rayon Batam Center, Tiban, Batu Aji, Piayu, Nongsa, Bengkong, Sei Panas (Tiongkok), BG Racing, BRI, Pemko hingga Rusuh.
Tak hanya itu, komunitas yang bermarkas di Ruko AHRS Mega Legenda, Batam ini telah berganti Ketua beberapa kali. Awalnya didirikan 10 orang pecinta trail. Mereka adalah Suka Irawanto, M Al Ichsan, Agus Rianto, Rino Item, Trisno, Mul, Kwet, Arman, Januar Arka dan Nanda Putra.
"TAC Batam terbentuk di Martabak Sari Eco, depan 21 lama di Batam," kenang Agus Rianto, pendiri sekaligus Ketua periode 2016-2018. Agus Rianto yang akrab disapa Mas Antok pertama kali dipercaya menjadi Ketua Kedua TAC Batam periode 2009-2012. Ketika itu acara digelar di Teh Poci, Simpang Indomobil.
Ketua pertama adalah M Al Ichsan, 2008-2009. Lalu Ketua ketiga (2012-2013) dipercaya kepada Suka Irawanto yang lebih populer dipanggil Panglima. Pemilihan berlangsung di Ruko Bagong, Yamaha Batu Aji.
Handoyo atau mas Han menjadi Ketua Umum TAC Batam yang ke-4 melalui Mubes di Ruko Alibaba, Bengkel mas Mul. Handoyo kembali dipercaya sebagai Ketum (2014-2015) saat Mubes di rumah Fajar Tiban. Handoyo kini menjadi Pembina.
Setelah itu baru dipegang mas Antok (2015-2016) pada Mubes di Hotel PIH. "Sebelumnya masa jabatan Ketua Umum masih periode satu tahun. Setelah itu disepakati menjadi dua tahunan dari hasil Mubes yang diadakan di Hotel Nagoya Mansion," beber pria berusia 48 tahun.
Kini anggota TAC Batam berkembang. Sejak eksis tahun 2008 hingga 2018 tercatat sebanyak 360 orang. Namun dari jumlah itu, yang teregistrasi di tahun 2017 sebanyak 180 orang, aktif dan punya motor trail.
Kegiatan rutin adalah petualang setiap Minggu pagi. Pasalnya mayoritas members adalah pegawai swasta. Meski demikian, ada juga yang main di hari lain, seperti Sabtu bagi anggota yang libur. Biasanya pegawai pemerintahan dan bank. Pengecualian buat Rayon BG Racing yang pilih jadwal Rabu sore.
"Prinsipnya, kita bebaskan anggota untuk main kapan saja, dari Senin sampai Minggu, asal ada konfirmasi masuk jalur, supaya tidak terjadi tabrakan di jalur," terang Antok.
Nah, hebatnya TAC Batam memiliki jalur bersama, yaitu jalur yang sudah ada karena alam. Selain itu jalur bininan sendiri, caranya dengan merintis, mensurvey dan eksekusi jalur baru.
Setidaknya telah ada 11 jalur, sebut saja seperti Duriangkang, Belakang Bandara, Pramuka, Kopral, Country Road, Tikam, Piayu Blok R, Aviari, Temiang dan Sekupang. "Silahkan nikmati jalur yang ada. Prinsipnya, sopan di jalur aspal dan perkampungan, boleh liar di hutan," ujar Nandi, Sekretaris.
Nah, buat penghobi trail adventure di kota Batam yang mau joint dan jadi anggota, tinggal datangi sekretariat atau rayon terdekat dari tempat tinggal untuk registrasi. "Jangan ngaku trabaser Batam kalau belum gabung. Jadilah keluarga besar TAC Batam," pungkas Antok. (BangVe)