GM Yamaha Indonesia Setuju Kehadiran Pertalite

Jum'at, 24/07/2015 05:42 WIB
redaksi


mobilinanews.com (Jakarta) – M Abidin, General Manager After Sales & Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) setuju dengan kehadiran jenis BBM baru dari Pertamina, Pertalite, yang sedianya diluncurkan di Indonesia hari ini Jumat 24 Juli 2015 (baca juga Pertalite Lebih Cocok di Mesin Modern Dibanding Premium).

“Hadirnya Pertalite 90 merupakan keharusan. Saatnya standarisasi emisi Euro 3 dibarengi dengan bahan bakar beroktan lebih tinggi dan berkualitas baik yang terjangkau harganya. All Yamaha Model sudah lulus Standard Euro 3, dan berteknologi Injeksi dilengkapi teknilogi Blue Core. Pertalite 90 bikin motor Yamaha makin irit dan awet,” kata Abidin San.

Salah satu alasan mengapa mesin kendaraan modern membutuhkan jenis BBM dengan RON yang lebih tinggi dari premium adalah karena rasio perbandingan kompresi kendaraan-kendaraan modern, dimana rata-rata sudah di atas 9,2:1. Sederhananya, mesin kendaraan modern membutuhkan BBM dengan minamal RON 90, sementara Premium masih RON 88. Hal ini tentu tidak baik bagi kinerja optimal mesin. Implikasi yang paling bisa dirasakan adalah kinerja mesin yang jadi tidak optimal dan menyebabkan gejalan ngelitik (knocking).

Menurut data dari Abidin San, lineup motor Yamaha baik dari model matik, bebek (moped) dan sport memiliki rasio kompresi mesin di atas 9,2:1. Di lineup skuter matik yaitu Mio J/GT series/Fino/X-Ride memiliki rasio kompesi 9,3:1, Mio M3/Soul GT125 memiliki rasio kompresi 9,5:1, Xeon RC/GT 125 memiliki rasio kompresi  10,9:1, Nmax 150 memiliki rasio kompresi 10,5:1, dan Grand Filano 11:1.

Di segmen motor bebek, Yamaha Force/Jupiter Z1 memiliki rasio kompresi 9,3:1 dan Jupiter MX 150 10,4:1. Sementara di segmen motor sport, Yamaha Byson FI 150 memiliki rasio kompresi 9,5:1, New Vixion/R15 10,4:1, dan R25/MT25 11,6:1.

Tag

Terpopuler

Terkini