mobilinanews (Inggris) - Desainer mobil F1 legendaris Adrian Newey muncul di GP Inggris, Silverstone, pada Minggu lalu. Seperti biasa, sibuk dengan catatan dan laptopnya di starting grid sebelum race.
Ia menarik perhatian karena ia tak wajib lagi mewakili tim Red Bull Racing karena terhitung sejak awal.Maret 2025 nanti sudah keluar dari struktur organisasi tim elit itu. Kini ia hanya fokus pada proyek hypercar RB17 dan tak lagi ikut dalam rapat pimpinan RBR. Juga tak wajib datang ke serial balap F1.
Newey sudah tegaskan tak akan pensiun dari hiruk-pikuk F1. Tapi, akan berlabuh di tim mana selanjutnya masih teka-teki meski beberapa tim meminati teknisi top Inggris itu.
Rumor dalam beberapa bulan terakhir menyebut potensi Newey sangat besar ke tim Ferrari. Bergabung dengan Lewis Hamilton. Lebih besar daripada.peluang ke.Mercedes, Aston Martin dan Williams yang jelas meminatinya. Saking seriusnya, Juni lalu dikabarkan Newey berkunjung ke fasilitas pabrik baru Aston Martin di Inggris. Sebagian besar karyawan dikuburkan agar kunjungan itu tak bocor ke.publik.
Tanda-tandanya kini semakin jelas. Jelang GP Inggris lalu, Aston Martin yang sebelumnya gesit memburu Newey malah memutuskan mendapuk Direktur Teknik Ferrari Enrico Cardile dan menjadikannya sebagai CTO atau Chief Technical Officer. Itu jabatan tertinggi di bidang teknik. Dan, spesialisasi Cardile adalah sasis dan aerodinamika, sama dengan Newey.
Fakta itu menunjukkan Aston Martin tak lagi membutuhkan Newey karena job CTO sudah diisi Cardile. Catatan lain keahlian Newey juga sasis dan aerodinamika, dimana ia telah menorehkan 25 gelar (13 juara konstruktor dan 13 gelar pembalap) bersama tim Williams, McLaren dan Red Bull Racing.
Pemilik tim Aston Martin, Lawrence Stroll, menyambut antusias kehadiran Cardile yang sudah 20 tahun berkarya bersama Ferrari.
"Kami tengah menuju era baru, tim juara. Kami siapkan apa saja yang dibutuhkan untuk mencapainya," tegas konglomerat Kanada itu dengan janji yang sama saat ia membujuk Newey secara langsung.
Sinyal lain datang dari kubu Ferrari. Tim Italia itu sama sekali tak menunjuk atau mencari pejabat pengganti Cardile. Lebih memilih Fred Vasseur merangkap jabatan sebagai Team Prinsipal sekaligus Direktur Teknik mengisi job yang ditinggal Cardile.
Di GP Inggris itu pula Vasseur curhat ke media, betapa susahnya membawa teknisi top Inggris ke Italia.
:Padahal insinyur top kebanyakan berada di Inggris. Jika mereka pindah ke sesama tim yang bermarkas di Inggris tak ada masalah. Anak-anaknya tetap di sekolah yang sama, rumah tetap yang sama," katanya.
"Beda kalau ke Italia. Belum lagi masalah budaya," imbuhnya.
Karena itu pria berkebangsaan Prancis itu bertekad mengubah kultur kerja dan komunikasi sehari-hari di Maranello agar lebih ngeklik dengan pekerja dari luar.
Apakah itu ditujukan untuk menyambut Newey?
Pertanda lain masih ada. Datang dari Lewis Hamilton yang pisah dengan Mercedes dan gabung Ferrari mulai tahun depan. Sejak teken kontrak di awal musim lalu, pembalap top Inggris itu berulangkali sebut keinginannya gabung dengan Newey di Ferrari. Membuat chairman Scuderia Ferrari John Elkann yang turun langsung melobi Newey.
Dan, di GP Inggris itu pula Vasseur sempat kelepasan ngomong bahwa Hamilton terikat kontrak dengan Ferrari selama 3 tahun, 2025 hingga 2027. Sebelumnya hanya disebut multi year. Targetnya adalah merebut gelar konstruktor dan menjadikan Hamilton juara dunia F1 untuk ke-8 kalinya sekaligus rekor baru.
Ucapan itu dibalas Hamilton dengan pernyataan menggelitik.
"Perburuan gelar itu bergantung pada Adrian Newey," katanya, entah ngomong sekenanya atau itu juga tanda bakal hijrahnya Newey ke tim The Prancing Horse. (rn)