Harga Mobil Listrik Bekas Anjlok, Hyundai Ungkap Penyebab dan Strateginya

Rabu, 12/03/2025 09:10 WIB
Ade Nugroho


Harga Mobil Listrik Bekas Anjlok, Hyundai Ungkap Penyebab dan Strateginya
Harga Mobil Listrik Bekas Anjlok, Hyundai Ungkap Penyebab dan Strateginya

mobilinanews (Jakarta) – Pasar mobil listrik bekas di Indonesia tengah mengalami tantangan besar, salah satunya adalah anjloknya harga jual kembali. Hyundai Motors Indonesia (HMID) mengungkapkan bahwa harga mobil listrik bekas berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) mengalami penurunan signifikan karena belum adanya standar acuan harga yang jelas di pasar.

Mengapa Harga Mobil Listrik Bekas Turun Drastis?

Chief Operating Officer (COO) HMID, Fransiscus Soerjopranoto, menjelaskan bahwa pedagang mobil bekas masih belum memiliki pengalaman dalam menentukan harga jual kembali mobil listrik. Fenomena ini tidak hanya terjadi pada mobil listrik, tetapi juga pada mobil berbahan bakar konvensional (internal combustion engine/ICE) saat sebuah merek baru diperkenalkan ke pasar.

"Harga mobil bekas EV turun dikarenakan pedagang mobil bekas belum memiliki pengalaman atau acuan harga mobil EV bekas. Hal ini juga terjadi di pasar mobil ICE, apabila brand-nya masih baru diperkenalkan, maka situasi yang sama akan terjadi," ujar Frans.

Hyundai Ioniq 5, Salah Satu Model yang Masih Stabil

Meskipun harga mobil listrik bekas mengalami penurunan secara umum, Hyundai menegaskan bahwa nilai jual kembali produk BEV mereka masih cukup terjaga. Salah satu model yang tetap diminati adalah Hyundai Ioniq 5, yang dikenal memiliki kenyamanan berkendara dan status premium di mata konsumen.

Berdasarkan laman resmi Hyundai per Februari 2025, harga Hyundai Ioniq 5 baru berkisar antara Rp719,9 juta untuk tipe terendah Prime STD Range hingga Rp911,2 juta untuk tipe tertinggi Ioniq 5 Batik. Sementara itu, harga di pasar mobil bekas menunjukkan bahwa varian Ioniq 5 2023 Signature Long Range dijual di kisaran Rp505 juta hingga Rp558 juta. Ini berarti dalam dua tahun, harga mobil tersebut mengalami depresiasi hingga Rp200 juta-Rp300 jutaan.

Strategi Hyundai untuk Menjaga Pasar Mobil Listrik Bekas

Hyundai memahami bahwa harga jual kembali yang stabil sangat penting bagi konsumen. Oleh karena itu, mereka menerapkan berbagai strategi untuk menjaga nilai mobil listrik bekas, salah satunya dengan layanan tukar tambah (trade-in). Dengan lebih dari 100 outlet diler di seluruh Indonesia, Hyundai memberikan layanan purna jual yang memastikan kenyamanan dan kepercayaan pelanggan dalam memiliki mobil listrik.

Selain itu, Hyundai terus mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, termasuk memperluas jaringan stasiun pengisian daya (charging station), guna mendukung peningkatan minat konsumen terhadap kendaraan listrik.

Penjualan Hyundai Naik Signifikan

Terlepas dari tantangan di pasar mobil bekas, Hyundai mencatat peningkatan penjualan yang cukup signifikan. Berdasarkan data Gaikindo, Hyundai mencatatkan penjualan wholesales sebanyak 2.308 unit pada Januari 2025, meningkat 25,9% dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, penjualan ritel Hyundai mencapai 2.001 unit, naik 28,8% dibandingkan Desember 2024.

Kesimpulan

Meski harga mobil listrik bekas masih mengalami depresiasi yang cukup besar, Hyundai tetap optimis dengan strategi yang mereka terapkan. Dengan layanan tukar tambah, peningkatan ekosistem kendaraan listrik, dan jaminan kenyamanan bagi konsumen, Hyundai berharap dapat menjaga daya tarik mobil listrik, baik untuk pembeli baru maupun di pasar mobil bekas. Bagi konsumen, ini bisa menjadi momentum untuk mendapatkan kendaraan listrik berkualitas dengan harga lebih terjangkau.

Tag

Terpopuler

Terkini