Jalan Desa Diserbu Pengendara Akibat One Way: Warga Ngajaran Ikhlas dan Siap Membantu

Minggu, 06/04/2025 15:35 WIB
Ade Nugroho


Jalan Desa Diserbu Pengendara Akibat One Way: Warga Ngajaran Ikhlas dan Siap Membantu
Jalan Desa Diserbu Pengendara Akibat One Way: Warga Ngajaran Ikhlas dan Siap Membantu

mobilinanews (Jakarta) -  Kebijakan one way yang diterapkan dalam rangka arus balik Lebaran 2025 rupanya membawa dampak hingga ke pelosok desa. Salah satunya terjadi di Kabupaten Semarang, tepatnya di Desa Ngajaran, Kecamatan Tuntang. Sejak diberlakukannya one way lokal dari Gerbang Tol Salatiga KM 459 hingga Gerbang Tol Banyumanik KM 419 pada Sabtu (5/4/2025) pukul 14.30 WIB, volume kendaraan di jalan arteri Semarang–Solo melonjak drastis.

Akibat lonjakan tersebut, ruas jalan arteri dari Bergas hingga simpang Bawen menjadi tersendat parah. Banyak pengendara akhirnya memilih untuk keluar dari jalur utama dan mencari alternatif lewat jalan-jalan desa, berharap bisa memangkas waktu tempuh mereka.

Jalan Desa Jadi Alternatif, Warga Turun Tangan

Warga Desa Ngajaran langsung merasakan dampaknya. Sejak pukul 17.00 WIB, arus kendaraan dari luar kota—khususnya berpelat nomor Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur—mulai membanjiri jalan desa.

"Karena jalanan ramai, kami para pemuda akhirnya berjaga di pertigaan untuk membantu kendaraan yang lewat," ujar Pujiyanto Jitos, warga setempat.

Menurut Jitos, jalur desanya menjadi alternatif yang cukup strategis, menghubungkan kawasan Bergas atau Pringapus menuju Karanglo-Bringin, yang bisa tembus ke arah Purwodadi, Salatiga, hingga Solo.

Kondisi tersebut juga menunjukkan solidaritas dan gotong royong warga. Para pemuda setempat dengan sukarela turun ke jalan, mengatur arus lalu lintas, dan membantu pengemudi agar tidak tersesat atau mengalami kendala di jalanan desa yang sempit dan penuh tikungan tajam.

Dari Ban Pecah hingga Truk Penarik: Drama di Jalanan Desa

Puncaknya terjadi saat sebuah mobil Toyota Avanza mengalami pecah ban dan sempat terperosok ke pinggir jalan. Berkat sigapnya warga dan bantuan sebuah truk, mobil tersebut berhasil dievakuasi.

"Ada sopir yang memberi uang ke teman-teman yang berjaga, kami anggap itu sebagai berkah. Tapi kami tidak meminta, kami tetap berjaga sampai malam, bahkan pukul 21.30 WIB kendaraan masih terus lewat," ungkap Jitos.

Warga Melihat Sisi Positif: Jalan Ramai, Desa Terkenal

Sikap warga Desa Ngajaran patut diapresiasi. Alih-alih mengeluh karena jalan desa yang semula sepi berubah menjadi ramai dan padat, mereka justru mengambil sisi positif dari situasi tersebut.

Catur Suprihatiningsih, salah satu warga, menyatakan bahwa dirinya justru merasa senang desanya menjadi jalur alternatif para pemudik.

"Kalau saya melihat sisi positifnya, banyaknya orang kota lewat jalan sini membuat nama desa jadi lebih dikenal. Para pengemudi juga sopan di jalan, jadi tidak ada masalah," kata Catur.

Menurutnya, kehadiran para pemudik justru memberikan energi baru bagi desa. Selain membuat suasana lebih hidup, juga menunjukkan rasa gotong royong dan kepedulian sosial yang masih kuat di kalangan masyarakat pedesaan.

Pelajaran dari Jalan Desa: Antisipasi dan Solidaritas

Fenomena ini menunjukkan betapa pentingnya kesiapan jalur alternatif saat kebijakan besar seperti one way diberlakukan. Jalan desa yang biasanya hanya dilalui kendaraan lokal, tiba-tiba harus menerima lonjakan volume kendaraan luar kota.

Penting pula bagi pemerintah daerah untuk mulai memperhatikan infrastruktur jalan desa, terutama yang kerap menjadi jalur pelarian ketika jalan arteri macet. Meski warga sigap membantu, risiko kerusakan jalan dan keselamatan pengguna tetap harus menjadi perhatian.

Di sisi lain, solidaritas warga seperti yang ditunjukkan masyarakat Desa Ngajaran menjadi contoh positif tentang bagaimana krisis bisa menjadi momentum untuk saling membantu dan menjaga harmoni.

Dalam arus balik yang penuh tekanan dan kelelahan, keberadaan warga desa yang bersedia membantu tanpa pamrih menjadi oase yang menyejukkan bagi para pemudik yang ingin segera sampai ke rumah masing-masing.

Tag

Terpopuler

Terkini