mobilinanews (Jakarta) - Penetapan tarif resiprokal yang diterapkan oleh Donald Trump untuk otomotif sebesar 25 persen membuat banyak industry otomotif berpikir keras untuk bisnisnya di negeri itu.
Peusahaan otomoti berusaha keras memikirkan strategi agar tetap menjalankan bisnisnya di tengah tekanan tarif tersebut dengan ragam cara. Ada yang menghentikan pengiriman mobil ke Amerika, adapula yang bertahan dengan stok unit yang masih tersisa untuk penjualan beberapa bulan ke depan.
Lalu bagaimana dengan Nissan Motor Co? Mereka kini sedang mempertimbangkan untuk memindahkan sebagian produksi dari salah satu pabriknya di barat daya Jepang ke Amerika Serikat.
Hal ini menjadi responsnya terhadap penetapan tarif Trump, guna mengurangi dampak dan tekanan bisnis mereka berkaitan dengan kelangsungan pasarnya di Negeri Paman Sam itu.
Mengutip Catscoops, produsen mobil asal Jepang tersebut berencana mengurangi output kendaraan SUV Rogue yang diproduksi di salah satu dari dua pabriknya di Prefektur Fukuoka untuk ekspor dan meningkatkan produksinya di Amerika.
Pihak Nissan menyampaikan kepada pemerintah prefektur bahwa mereka bermaksud mempertahankan fasilitas produksi yang ada meskipun ada rencana pengurangan produksi.
Nissan berencana meningkatkan produksi SUV Patrol, model yang sangat populer di Timur Tengah dan Australia, di pabrik lainnya di Fukuoka, menurut pemerintah prefektur.