mobilinanews (Arab Saudi) - Start dari P9, Lewis Hamilton finish ke-5 di GP Bahrain pekan lalu. Prestasi terbaiknya di sesi grand prix selain menjadi juara sprint race GP China lalu.
Hasil itu menggambarkan progres positif Hamilton dalam debutnya bersama The Prancing Horse. Konsisten di 10 Besar balapan. Di seri pembuka GP Australia ia finish ke-10, P6 di China meski akhirnya didiskualifikasi karena masalah ukuran skid block di kolong SF25-nya, P7 di Jepang dan terbaru P5 di Bahrain.
Pembalap Inggris itu sangat.menyadari karakter Ferrari sangat berbeda dengan Mercedes yang nonstop 12 musim ia kendarai. Ia bekerja keras untuk beradaptasi tanpa menyalahkan mobilnya. Salah satu bentuk adaptasinya bahkan meniru data dan gaya balap rekan setimnya, Charles Leclerc.
Namun sejauh ini pemegang 7 gelar dunia F1 itu masih kalah dengan Leclerc, baik di kualifikasi maupun balapan. Di Bahrain, misalnya, ia sukses P5 tapi Leclerc berada di P4.
Singkatnya, Hamilton harus memperbaiki performa sendiri, bukan mobilnya, untuk sesi kualifikasi karena posisi start tentu sangat menentukan hasil akhir atau poin di raceday.
Lagi-lagi Hamilton tak menuntut Ferrari harus begini dan begitu untuk memberikan mobil seperti keinginannya. Menurutnya SF24 sudah kompetitif di single lap seperti diperlihatkan Leclerc.
Tahun lalu di musim terakhirnya bersama Mercedes, babak kualifikasi adalah masalah terbesarnya melawan rekan setim, George Russell. Ia kalah 5-18. Kini melawan Leclerc, sementara ia kalah 1-3.
"Tak ada alasan. Saya memang sudah tak cukup kencang lagi, harus terus meningkatkan diri. Masalahnya ada pada saya sendiri. Saat ini saya belum tahu bagaimana caranya (lebih kencang di QTT). Saya hanya perlu terus mencoba sampai tiba pada tujuan," tegasnya.
Tujuan yang dimaksud Hamilton bukanlah kemenangan karena sadar level Ferrari masih berada di bawah McLaren untuk berburu kemenangan. Yang ia buru adalah starting grid lewat phase kualifikasi. Jika sukses mendapat tempat di baris kedua atau ketiga, maka tiba saatnya ia layak membidik podium perdananya bersama Ferrari di luar podium sprint race GP China. Meskipun itu bukan hal.mudah karena harus bersaing dengan Leclerc, Max Verstappen, Russell, bahkan dengan pembalap ruki Kimi Antonelli yang menggantikannya di Mercedes. (r)