mobilinanews (Swiss) - Baru saja FIA mengesahkan GM (General Motors) sebagai pemasok mesin F1 pada 2029. Menjadi pabrikan AS pertama yang menyuplai mesin ke ajang balap F1.
GM akan memasok mesin buat tim Cadillac yang tak lain adalah brand di bawah grup GM sendiri.
Cadillac sendiri sudah terdaftar sebagai partisipan F1 2026. Menjadi tim ke-11 setelah sekian lama tim peserta F1 dibatasi hanya sampai 10 tim dengan 20 pembalap.
Untuk musim 2026, Cadillac akan menggunakan mesin Ferrari seperti selama ini digunakan tim Haas. Dengan pengesahan GM sebagai pemasok mesin maka peran Ferrari diprediksi hanya berkolaborasi dengan Cadillac hingga akhir musim 2028.
Cadillac sendiri belum menetapkan line-up pembalapnya musim depan. Semuanya baru sebatas rumor. Antara lain yang disebut-sebut adalah eks pembalap Red Bull Racing Sergio Perez, pembalap asal China Guanyu Zhou yang saat ini pembalap cadangan Ferrari, bahkan George Russell jika akhir tahun ini putus kontrak dengan Mercedes.
Presiden FIA Mohamed Ben Sulayem menyambut kehadiran GM sebagai manufaktur baru F1 pada 2029. Itu bukti kalau ajang F1 dengan pertumbuhannya yang terus membesar senantiasa menarik buat manufaktur. Sekaligus membawa pasar global F1 juga semakin berkembang.
"Lebih dari dua tahun lalu FIA membuat aturan masuknya tim ke-11 di FI untuk meningkatkan jumlah peserta dan untuk menampung bakat-bakat bari di starting grid. Ada beberapa tantangan di dalam prosesnya. Tapi, dengan apa yang dihasilkan hari ini maka semua itu jadi sepadan. Selamat datang GM Performance Power Unit LLC," kata Sulayem pada Kamis (23/4).
CEO Performance Power Units LLC Russ O’Blenes mengaku senang dengan kepastian masa depan timnya di F1. Dengan demikian program kerjanya bisa dilangsungkan lebih cepat dan terarah.
"Kami akan mempercepat proses kehadiran manufaktur Amerika Serikat ke grid F1," katanya. (r)