mobilinanews (Jakarta) - Industri otomotif nasional saat ini tengah berada di persimpangan jalan antara harapan dan kekhawatiran Penjualan mobil anjlok drastis investor mulai bersikap wait and see dan kabar dari Thailand membuat pemerintah semakin waspada Pemerintah Indonesia pun mulai mengatur ulang strategi dengan memperkuat harmonisasi energy mix di sektor otomotif demi menghindari nasib serupa
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pemerintah tidak akan sepenuhnya berpaling dari kendaraan berbahan bakar fosil Kendaraan listrik memang jadi prioritas namun mesin pembakaran internal tetap akan dikembangkan dengan pendekatan yang lebih ramah lingkungan
Pelajaran besar datang dari negara tetangga Thailand yang mengalami disrupsi hebat di sektor otomotif Dua pabrik besar dari Jepang yakni Suzuki dan Honda resmi menghentikan produksinya di sana Penyebabnya bukan sekadar pergeseran teknologi tetapi juga lemahnya daya beli dan ketidaksiapan ekosistem industri menyambut era elektrifikasi
Menurut Airlangga hal serupa tidak boleh terjadi di Indonesia Oleh karena itu strategi transisi energi dilakukan dengan pendekatan yang lebih realistis yaitu dengan mengembangkan kendaraan listrik dan biofuel secara bersamaan agar tidak terjadi kekosongan pasar dan hilangnya tenaga kerja besar-besaran
Sebagai produsen nikel dan kobalt terbesar di dunia Indonesia memiliki keunggulan strategis di sektor kendaraan listrik Kedua mineral tersebut merupakan bahan utama dalam produksi baterai kendaraan listrik Ditambah lagi dengan potensi litium dari kerja sama dengan Australia di Morowali Indonesia sudah memiliki ekosistem hulu yang lengkap dalam pengembangan battery cell
Namun Indonesia juga tidak melupakan kekuatan lamanya yaitu pengembangan biofuel Airlangga menyebut Indonesia merupakan salah satu penghasil biodiesel dan bioetanol terbesar di dunia yang bisa menjadi solusi energi bersih untuk kendaraan konvensional
Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo Bob Azam menyampaikan kekhawatiran mendalam terkait melemahnya sektor otomotif di dalam negeri Jika tren ini terus berlanjut bukan tidak mungkin para investor akan hengkang mencari pasar yang lebih stabil
Data dari Gaikindo menunjukkan penjualan mobil wholesales pada April 2025 hanya mencapai 70895 unit Turun hingga 278 persen dibandingkan Maret Sedangkan penjualan retail juga jatuh 255 persen menjadi hanya 57031 unit
Bob menilai saat pandemi Covid19 pemerintah berhasil menghidupkan sektor otomotif melalui insentif PPnBM hingga 100 persen Menurutnya langkah serupa perlu diterapkan lagi meskipun hanya untuk kendaraan konvensional agar bisa membangkitkan gairah pasar dalam waktu dekat
Otomotif itu padat karya ujarnya Banyak sektor yang terdampak positif dari geliat otomotif mulai dari supplier pembiayaan asuransi hingga suku cadang Semua akan ikut tumbuh jika roda industri bergerak
Dengan kombinasi strategi jangka panjang dan insentif jangka pendek Indonesia berupaya menjaga momentum di tengah transisi global menuju kendaraan listrik Tidak hanya berorientasi pada tren dunia tetapi juga memastikan keberlanjutan tenaga kerja dan investasi dalam negeri
Pemerintah kini dituntut untuk bergerak cepat dan cermat Menjaga keseimbangan antara teknologi masa depan dan kebutuhan saat ini adalah kunci agar industri otomotif tetap jadi tulang punggung ekonomi nasional di tengah turbulensi global yang makin tak menentu