Proyek Jalan Tol Ngebut Jasa Marga Lampaui 70 Persen di Sejumlah Ruas Strategis

Rabu, 06/08/2025 12:15 WIB
Ade Nugroho


Proyek Jalan Tol Ngebut Jasa Marga Lampaui 70 Persen di Sejumlah Ruas Strategis
Proyek Jalan Tol Ngebut Jasa Marga Lampaui 70 Persen di Sejumlah Ruas Strategis

Mobilinanews (Jakarta) - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menunjukkan performa agresif dalam pembangunan sejumlah proyek jalan tol strategis nasional. Hingga Juni 2025, mayoritas ruas tol yang tengah digarap sudah mencatat progres konstruksi di atas 70 persen. Hal ini memperkuat posisi Jasa Marga sebagai pemimpin pasar jalan tol di Indonesia, sekaligus mencerminkan efektivitas manajemen proyek dan strategi ekspansi yang solid.

Progres Fisik Melesat, Beberapa Ruas Hampir Rampung

Dari laporan resmi perseroan, berikut progres konstruksi ruas jalan tol milik Jasa Marga Group yang sudah mencapai milestone penting:

Tol Probolinggo–Banyuwangi

Segmen Gending–Kraksaan: 89,88%

Segmen Kraksaan–Paiton: 97,03%

Segmen Paiton–Besuki: 75,66%

Tol Yogyakarta–Bawen

Segmen Ambarawa–Bawen: 75,26%

Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo

Segmen Klaten–Purwomartani: 87,56%

Tol Jakarta–Cikampek (Japek) II Selatan

Segmen Bojongmangu–Sadang: 92,88%

Tol Akses Patimban

Pembebasan lahan: 84,44%

Dengan progres ini, sejumlah ruas ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap mulai akhir 2025 hingga awal 2026, mendukung kelancaran arus logistik, pariwisata, hingga konektivitas antarwilayah strategis di Pulau Jawa.

Masih Jadi Raja Jalan Tol Indonesia

Secara total, Jasa Marga Group telah mengoperasikan 1.286 kilometer jalan tol, mencakup 43 persen dari seluruh jalan tol operasional di Indonesia. Sementara itu, total panjang konsesi jalan tol yang dikelola mencapai 1.736 kilometer, menjadikan perseroan sebagai market leader yang masih belum tergoyahkan.

Laba Inti Tumbuh, Kinerja Keuangan Semakin Solid

Tak hanya dari sisi konstruksi, kinerja keuangan Jasa Marga juga menunjukkan tren positif. Laba inti pada Semester I 2025 tercatat sebesar Rp 1,9 triliun, tumbuh 7,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan ini ditopang oleh:

Pendapatan usaha: Rp 9,5 triliun (+4,1%)

Dari pendapatan tol: Rp 8,8 triliun

Dari usaha lainnya: Rp 696 miliar

EBITDA: Rp 6,4 triliun, dengan margin terjaga di 67,3 persen

Penurunan biaya keuangan: -20,4% YoY

Menurut Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, keberhasilan ini tak lepas dari strategi efisiensi operasional dan aksi korporasi seperti Equity Financing di PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) pada Kuartal IV 2024.

Volume Kendaraan Stabil, Rata-Rata 3,5 Juta per Hari

Dari sisi operasional, Jasa Marga juga berhasil menjaga stabilitas arus kendaraan. Total volume transaksi pada Semester I 2025 mencapai 637,3 juta kendaraan, meningkat 0,1 persen dibanding tahun lalu. Lalu lintas harian rata-rata (LHR) pun menyentuh angka 3,5 juta kendaraan per hari.

Inovasi Travoy Hub Siap Masuki Fase Baru

Di luar ruas jalan tol, anak usaha Jasa Marga yaitu PT Jasamarga Related Business (JMRB) terus mengembangkan konsep Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) generasi baru melalui proyek Travoy Hub.

Travoy Hub mengusung konsep Toll Corridor Development (TCD)—yang bukan hanya menjadi tempat istirahat, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi dan gaya hidup pengguna tol. Hingga pertengahan 2025, Travoy Hub Tahap 2 dan 3 sudah memasuki progres 98,3 persen dan ditargetkan rampung sebelum akhir tahun ini.

 

Tag

Terpopuler

Terkini