Mobilinanews (China) - Membeli mobil mewah bekas dengan harga miring memang terdengar seperti jackpot. Tapi bagi seorang pria di Beijing bernama Bapak Zhao, “keberuntungan” itu justru berubah menjadi mimpi buruk mahal.
Awalnya, Februari 2022 lalu, Zhao tergoda iklan di platform Xianyu. Di sana, terpampang Tesla Model X 100D tahun 2019 dengan jarak tempuh 85.000 km, dibanderol 462.000 yuan (sekitar Rp 1 miliar). Penjual, seorang pria bernama Yu, meyakinkan bahwa mobil ini hanya punya cacat kecil di bagian kanan belakang dan sama sekali tak mengganggu performa.
Bagi Zhao, ini adalah “harga miring” karena di pasaran, unit serupa dibanderol jauh lebih mahal. Ia pun langsung bayar uang muka 5.000 yuan, lalu melunasi sisanya sebulan kemudian. Mobil pun resmi berpindah tangan pada Maret 2022.
Masalah Tak Henti-Henti
Bukannya menikmati sensasi berkendara Tesla, Zhao justru “berpacaran” dengan bengkel. Dalam 9 bulan, mobil itu berkali-kali masuk perbaikan: mulai dari assisted driving error, pintu bagasi macet, suara aneh dari sasis, rem bergetar, hingga komputer yang mati total. Biaya perbaikan? Ribuan yuan.
Puncaknya, pada November 2022, mobil itu kembali mogok. Di bengkel resmi Tesla (4S), Zhao baru tahu fakta pahit: Tesla Model X ini pernah mengalami kecelakaan besar pada 2021 dan dinyatakan total loss oleh asuransi. Artinya, garansi resmi sudah tak berlaku, dan kini masalahnya adalah baterai—dengan biaya penggantian mencapai 200.000 yuan!
Asal Usul Mobil Terkuak
Tak terima, Zhao menggugat Yu atas tuduhan penipuan konsumen. Awalnya, Yu membela diri, mengaku hanya membantu menjualkan mobil teman, dan menuding Zhao seharusnya tahu mobil semurah itu pasti bekas kecelakaan.
Namun, bukti yang dibawa pengacara Zhao mengungkap cerita sebenarnya. Yu membeli mobil ini dari platform lelang khusus mobil bekas kecelakaan/total loss seharga 226.000 yuan pada September 2021. Catatan resmi menyebutkan biaya perbaikan mobil tersebut mencapai 760.969,99 yuan sebelum dinyatakan total loss. Bahkan Tesla sudah mengirim email kepada pemilik asli bahwa mobil itu wajib dihancurkan (scrapped).
Ternyata, Yu bukan orang baru dalam bisnis ini—ia sudah berulang kali membeli mobil bekas kecelakaan dari platform tersebut, memperbaikinya, lalu menjualnya kembali dengan harga tinggi.
Akhir Drama: Rugi Besar untuk Penjual
Pengadilan Rakyat Menengah Ketiga Beijing akhirnya memutuskan Yu bersalah. Kontrak jual beli dibatalkan, dan Yu wajib mengembalikan 462.000 yuan kepada Zhao. Sebagai hukuman, ia juga diwajibkan membayar kompensasi tiga kali lipat harga mobil, yaitu 1.386.000 yuan (sekitar Rp 3 miliar).
Bagi Zhao, ini mungkin penutup manis dari kisah pahitnya. Tapi bagi pembeli mobil bekas di luar sana, pelajaran ini jelas: harga miring bisa jadi jalan pintas menuju kerugian besar.