Kiprah Tiga Dekade Tomi Airbrush dan Komitmen Kuat untuk Kemajuan Dunia Otomotif

Selasa, 19/08/2025 09:10 WIB
Wilfrid Kolo


Tomy Gunawan, punggawa bengkel Tomi Airbrush dan basil modifikasi airbrush yang dibubuhi di sebuah sportcar
Tomy Gunawan, punggawa bengkel Tomi Airbrush dan basil modifikasi airbrush yang dibubuhi di sebuah sportcar

mobilinanews (Jakarta) - Tomi Airbrush, bengkel otomotif ternama di Tanah Air, genap berusia 30 tahun di tahun 2025. Tiga decade perjalanannya bukan waktu singkat bagi sebuah bengkel otomotif. Mereka telah mewarnai dunia aftermarket dan modifikasi.

Dalam rentan waktu panjang itu, Tomy Gunawan yang membidani bengkel Tomy Airbrush, bekerja dengan jiwa dan dedikasi yang besar hingga kini masih tetap eksis di dunia otomotif Tanah Air.

Tomy berjuang dari titik nol, dengan fondasi yang dibangun pada pertengahan 1995, dengan bendera Tomi Airbrush. Bengkel ini tidak sepenuhnya, berorientasi bisnis. Kehadiran diboncengi keinginan kuat berkontribusi bagi kemajuan dunia otomotif Indonesia.

Untuk itu, beragam pekerjaan kolaboratif bertema Indonesia kerap menjadi spirit yang dibawa Tomy dalam melukis kekayaaan budaya Indonesia melalui goresan desain airbrush di berbagai kendaraan.

Karya Bernuansa Indonesia

Sederet karya modifikasi itu dibubuhkan pada karya Datsun GO Pesatuan Indonesia (PI), yang melukiskan simbol-simbol sakral dan budaya-budaya Indonesia, sebagai bentuk penghormatan dan kebanggaan terhadap bangsa dan negara.

Tomy Airbrush juga mendukung aksi touring Jeffrey Polnaja melahap lima benua yakni Asia, Afrika, Eropa, Amerika, dan Australia menggunakan motor BMW R 1150 GS Adventure. Sebuah perjalanan berdurasi 7 tahun, melintasi 97 negara dengan jarak 420.000 Kilometer.

Dalam kolaborasi itu, Tomy mempersembahkan modifkasi airbrush berdesain spesial untuk helm Kang JJ. Mengusung tema Indonesia, dominasi warnanya terinspirasi dari warna bendera Indonesia, merah putih. Tak hanya itu saja, Tomy juga menyertakan gambar peta dunia pada bagian belakang helm Kang JJ.

jfjfTomy Gunawan, punggawa bengkel Tomi Airbrush yang telah mewarnai dunia modifikasi dan aftermarket Indonesia

Di tengah perjalanan karirnya, sang airbrusher senior tersebut juga kerap membagikan ilmu dan pengalamannya kepada mahasiswa dengan mengunjungi kampus-kampus ternama di Jakarta, dalam berbagai ajang kejuaraan kontes modifikasi otomotif.

Adapun kegiatan ini bertujuan untuk memberikan rangsangan kepada generasi muda terutama para penggemar otomotif agar dapat memberanikan diri mewujudkan kreativitasnya meramaikan industri otomotif Tanah Air ke depan.

Kini, di usianya yang menginjak ke-30 tahun, Tomy terus berkomitmen untuk kemajuan bangsa dan negara. Ia tengah mempersiapkan konsep dan kelas pelatihan bagi pemula “pengecatan kendaraan”.

Berbagi Ilmu untuk Generasi Muda

Adapun tujuannya selain pelatihan teknik pengecatan, Tomy juga ingin berbagi kiat-kiat dalam bernegosiasi dengan pelanggan, meramu sebuah ide yang diminta pelanggannya, menuangkan dalam desain, hingga praktik pengecatan langsung sampai tuntas.

Tomy yakin dengan langkahnya ini akan menelurkan bibit-bibit baru airbrusher Indonesia yang tangguh dan semakin kreativ di masa depan.

“Saya yakin dan bertekad menelurkan bibit baru pelaku industri otomotif, lebih spesifik bisa menjadi airbrusher di Indonesia. Saya tidak takut tersaingi, tetapi saya bangga bila ada minimal satu saja peserta pelatihan dari kalangan muda yang berhasil membangun bisnis dan bisa berkarya bagi dunia otomotif Indonesia,” demikian tekad bulat Tomy.

Tomy berharap, agar kelak industri otomotif semakin berwarna, kalaupun mereka berhasil membangun bisnisnya di bidang pengecatan kendaraan atau airbrush, itu adalah sebuah bonus dari niat tulus untuk andil mengembangkan kemajuan bagi generasi bangsa.

Tag

Terpopuler

Terkini