F1 2025 Italia: Pukul 2 Joki McLaren, Max Verstappen Patahkan Rekor Michael Schumacher di Monza

Minggu, 07/09/2025 23:20 WIB
Rulin purba


Drama persaingan yang rapat dan sesak di seputar tikungan pertama Monza. (Foto: f1)
Drama persaingan yang rapat dan sesak di seputar tikungan pertama Monza. (Foto: f1)

mobilinanews (Italia) - Sirkuit Monza dikenal sebagai trek super cepat dan karena itu dijuluki Temple Of Speed. Di situlah Max Verstappen menahbiskan diri sebagai pembalap tercepat plus rekor baru usai memenangi GP Italia, Minggu (7/9).

Start dari pole posittion, driver tim Red Bull Racing (RBR) itu tak hanya mampu memukul duet McLaren Lando Norris dan Oscar Piastri yang sepanjang tahun ini membulan-bulani dirinya, tetapi juga mencetak rekor baru kecepatan di Monza.

Juara dunia bertahan itu mencapai finish setelah 53 laps dengan total waktu 1 jam 13 menit dan 23 detik.  Artinya ia punya kecepatan rata-rata 264,681 km per jam. Sekaligus mencetak rekor baru dari torehan sang legenda F1 Schumacher dengan Ferrari pada musim kompetisi 2003.

Saat itu Schumacher menyelesaikan balapan dalam waktu 1 jam 14 menit dan 19,838 detik.

Supremasi Verstappen pun tampak dari selisih waktunya dengan McLaren dan Ferrari. Ia permalukan Norris dengan marjin 19,2 detik di garis finish, 21,3 detik atas Piastri dan 25,6 atas jagoan tuan rumah Ferrari, Charles Leclerc.

Dominasi driver Belanda itu hanya sedikit terhalang selepas start di tikungan pertama. Ia fight keras dengan Norris yang start dari P2, sementara di belakang mereka Piastri dan Leclerc juga memepet dengan jarak rapat. Keempatnya masuk bareng ke T1, saling pepet.

Pada momen itu Norris pun tampak mendesak Verstappen dari sisi luar tikungan. Memaksa Verstappen out ke lintasan rumput, dan memotong jalan saat balik ke lintasan di depan Norris.

Tapi, tak lama kemudian Verstappen menyerahkan posisi terdepan kepada Norris untuk menghindari penalti lantaran memotong jalur tadi.

Tapi, ia memang cerdik. Ia telah memilih titik lintasan untuk penyerahan posisi itu. Yang memungkinkannya bisa langsung memepet dan menyalip lawan pada titik berikutnya.

Ini hanyalah kemenangan ketiga tahun ini, juga sukses kali ketiga Verstappen di Monza. Tapi, ia sangat bahagia karena diraih dengan proses yang aduhai sejak sesi kualifikasi. Setidaknya jadi indikasi kalau RB21 masih lebih galak dari McLaren MCL39 di Sirkuit berkarakter cepat.

Lewat radio seusai finish, Verstappen memberi ucapan selamat sembari memuji habis kinerja para teknisinya di garasi RBR. Juga mengucapkan selamat kepada Laurent Mekies yang meraih kemenangan perdana sejak menggantikan Christian Horner sebagai prinsipil tim RBR.

"Hari yang sungguh hebat buat kami. Hanya lap pertama yang sedikit tak menguntungkan, tapi setelah itu mobil serasa terbang  Mobil kami benar-benar nikmat diajak ngebut. Strategi pitstop pun tepat waktu dan tepat pemilihan ban. Ban keras membuat saya bisa kembangkan kecepatan hingga akhir lomba," katanya berapi-api, maklum sudah lama tak merasakan aura kemenangan seperti itu.

Buat Norris, kalah melawan Verstapoen memang bikin kecewa. Tapi, ia tetap bersyukur karena finish di depan Piastri. Setidaknya ia bisa memangkas selisih poin yang tadinya 34 menjadi 31 sehingga kans berebut gelar 2025 tetap terbuka.

Dan, bagi Ferrari, harus menerima kenyataan gagal meraih kemenangan kerana tahun ini. Bukan hanya kemenangan, bahkan meraih podium saja pun tak bisa di hadapan begitu.membuldaknya tifosi di Monza. Leclerc hanya sanggup finish P4 sedangkan Lewis Hamilton sukses mencapai P6 dari titik start di urutan ke-10.

Seri balap berikutnya berlangsung di GP Azerbaijan. Masihkah RB21 besutan Verstappen mampu meredam MCL39?

 

Tag

Terpopuler

Terkini