Mobilinanews (Jakarta) - Untuk pertama kalinya sejak 2017, Tesla harus rela melihat dominasinya di pasar mobil listrik Amerika Serikat tergerus. Data terbaru dari Cox Automotive menunjukkan pangsa pasar Tesla di bulan Agustus 2025 hanya menyentuh 38 persen — angka yang menandai titik terendah dalam hampir delapan tahun terakhir.
Pada masa jayanya, Tesla pernah menguasai lebih dari 80 persen pasar kendaraan listrik di Amerika Serikat. Namun kini, konsumen mulai melirik opsi dari merek lain yang menawarkan model lebih segar dan beragam.
Penurunan ini juga dipengaruhi oleh strategi Tesla yang lebih banyak berfokus pada proyek ambisius seperti robotaxi dan robot humanoid, ketimbang memperbarui lini mobil listrik terjangkau. Akibatnya, banyak calon pembeli merasa produk Tesla mulai “usang” dibandingkan dengan rival-rival barunya.
Analis memperkirakan penjualan EV di AS sempat melonjak hingga September berkat insentif kredit pajak federal. Namun, ketika subsidi itu berakhir, tekanan finansial pada Tesla dan produsen mobil lain diprediksi semakin besar.
Sementara itu, dari sisi produk, Tesla masih bergantung pada Model 3 dan Model Y sebagai tulang punggung penjualan. Upaya menghadirkan Cybertruck pada 2023 ternyata tidak menuai kesuksesan besar, sementara facelift Model Y dinilai gagal memenuhi ekspektasi pasar.
Terlepas dari penurunan performa di lini otomotif, valuasi Tesla masih bertumpu pada keyakinan investor terhadap proyek jangka panjang Elon Musk. Bahkan, dewan direksi perusahaan mengusulkan paket gaji senilai 1 triliun dolar AS untuk Musk, dengan target membawa Tesla mencapai valuasi 8,5 triliun dolar AS dalam dekade mendatang.
Namun, banyak pihak menilai fokus yang terlalu berat ke robotika bisa membuat Tesla kehilangan pijakan di bisnis intinya.
“Ketika Anda adalah perusahaan mobil, tetapi tidak menghadirkan produk baru, pangsa pasar Anda pasti menurun,” ujar Stephanie Valdez Streaty, Direktur Wawasan Industri Cox, dikutip dari Reuters.
Dengan pangsa pasar yang tergerus, Tesla kini berada di titik krusial. Apakah perusahaan ini akan berhasil menjaga dominasinya di pasar EV dengan meluncurkan model baru yang lebih terjangkau? Ataukah justru transformasi menuju perusahaan robotika akan membuat Tesla kehilangan mahkotanya di dunia otomotif?