Mobilinanews (Lombok) - Hitung mundur menuju seri putaran ke-18 MotoGP 2025 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika pada 3-5 Oktober 2025 semakin mendebarkan. Di balik persiapan megah ini, fokus utama tertuju pada kualitas lintasan.
Beberapa waktu lalu, Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika telah menjalani perawatan intensif, khususnya proses "patching aspal" atau penambalan permukaan lintasan. Proses ini bukan sekadar tambal sulam biasa.
Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menggunakan metode yang disebut "Magic Patching", sebuah standar internasional yang telah teruji sejak sirkuit ini beroperasi dan telah mendapat persetujuan dari tenaga ahli global.

Jaminan Kecepatan dan Keselamatan
Muhammad Awal Luthfi Andika Putra, Track, Race, Electronic, and Motorsport Manager MGPA yang juga menjabat sebagai Clerk of the Course (Pimpinan Lomba), memimpin langsung pekerjaan teknis tersebut.
Ia menjelaskan bahwa perbaikan ini krusial mengingat tingginya intensitas penggunaan sirkuit sepanjang tahun, baik untuk balap internasional maupun nasional, yang rentan menimbulkan goresan, keretakan, dan kerusakan kecil.
"Lintasan Mandalika tidak hanya dipakai untuk MotoGP. Intensitas tinggi dan insiden di trek kerap menimbulkan goresan, retakan, atau kerusakan kecil. Tanpa perawatan rutin seperti patching, kerusakan sekecil apa pun bisa berisiko besar bagi keselamatan pembalap," ujar Luthfi mengutip siaran resmi MGPA, Selasa (30/9/2025).
Dengan kecepatan motor MotoGP yang bisa mencapai lebih dari 300 km/jam, permukaan aspal harus nyaris sempurna untuk menjamin grip (daya cengkeram) yang konsisten dan keselamatan para rider dunia.

Proses magic patching ini sendiri dilakukan secara sistematis yang terdiri dari;
Luthfi optimistis, melalui metode magic patching ini, permukaan aspal kembali kuat, mulus, dan memiliki grip yang konsisten. Persiapan matang ini mengirimkan sinyal kuat: Sirkuit Mandalika sudah siap menyambut para jagoan MotoGP.
"Dari tahun ke tahun, komentar yang kami terima sangat positif. Ini menjadi bukti bahwa kami tidak hanya fokus pada event, tetapi juga pada kualitas lintasan jangka panjang," pungkas Luthfi.