F1 2025 Meksiko: Untuk Selamatkan Masa Depan, Saatnya Yuki Tsunoda Buktikan`Berguna` Bagi Max Verstappen dan Red Bull

Sabtu, 25/10/2025 14:45 WIB
Rulin purba


Yuki Tsunoda bersama ahli strategi yang juga penasehat tim RBR Helmut Marko. Foto: redbull)
Yuki Tsunoda bersama ahli strategi yang juga penasehat tim RBR Helmut Marko. Foto: redbull)

mobilinanews (Meksiko) - Nasib Yuki Tsunoda di ujung tanduk,  baik di Red Bull Racing (RBR) maupun di grid balap F1. Hanya satu hal yang bisa menyelamatkannya, yakni menjadi 'penyelamat' buat Max Verstappen maupun Red Bull hingga akhir musim 2025.

Masuk Meksiko pekan ini, Verstappen tinggal berjarak 40 poin dengan pemimpin klasemen Piastri, dari yang tadinya 104 angka. Dengan Norris kini tersisa 26 poin.

Karena hanya tinggal 5 serial balap F1 musim ini, tren kemenangan harus dilanjutkan Verstappen mulai pekan ini. Satu hal yang pastinya tak mudah dan ditentukan tak hanya oleh skill mengemudinya maupun performa RB21 miliknya. Tapi, juga ditentukan oleh seberapa kuat perlawanan McLaren untuk menjaganya.

Untuk menghadapi 2 pembalap pesaingnya, Verstappen butuh pembalap pendamping yang bisa dimanfaatkan sesuai situasi, kondisi, dan strategi yang dipasang.

Seperti disebut Team Principal RBR Laurent Mekies dan Senior Advisor Helmut Marko, semua energi tim sekarang ini tercurah untuk Verstappen.

Konsekuensinya, apa saja yang bisa meringankan kerja Verstappen akan disiapkan. Termasuk menyiapkan pembalap kedua tadi, dalam hal ini adalah Yuki Tsunoda yang sejak GP Jepang silam jadi rekan setim Verstappen. 

Ya, jika dibekali mobil yang lebih baik, tak mustahil Tsunoda bisa berguna untuk membantu Verstappen mersih gelar musim ini maupun membantu RBR dalam perburuan posisi runner-up di kejuaraan konstruktor.

Sejak kehadiran Laurent Mekies (bos lama Tsunoda di tim Racing Bulls), bukan hanya Verstappen yang berkembang.

Tapi, Tsunoda juga. Ia finish P6 di GP Azerbaijan, menjadi catatan terbaiknya di RBR. Kemudian disusul dengan finish sprint dan racedaya GP AS di Texas, keduanya di posisi 7.

Terbaru, pembalap yang disponsori Honda itu (kabarnya Honda membayar 10 juta Euro agar Tsunoda dipromosikan ke RBR bertepatan dengan GP Jepang lalu) mengukir posisi tercepat ke-7 dalam sesi FP2 GP Meksiko, Jumat (24/10) lalu. Ia lebih kencang dari Piastri.

Jika ia bisa meraih posisi 6 Besar (atau tiga baris depan start) pada sesi kualifikasi pada Sabtu (25/10) petang waktu Meksiko atau Minggu (26/10) WIB, maka Tsunoda bisa dipasang RBR membantu Verstappen untuk mengganjal McLaren lewat strategi pitstop. Setidaknya untuk menghambat laju lawan sekian detik agar lebih jauh dari Verstappen yang diasumsikan bakal meraih pole position karena kecepatannya di FP1 dan 2.

Lebih bagus dan lebih berguna lagi jika Tsunoda bisa di depan Piastri pada raceday, karena itu artinya ia turut menguras poin Piastri dalam persaingan dengan Verstappen.

Itu skenario yang bukan tak mungkin sudah diantisipasi RBR karena Piastri sendiri tengah limbung dan tak pernah naik podium dalam 3 seri terakhir di Azerbaijan, Singapura dan AS.

Tsunoda sendiri paham betul situasi tersebut. Juga sadar kalau kursinya untuk musim 2026 hanya bisa terselesaikan jika dalam 5 seri sisa musim ini visa membantu Verstappen meraih gelar dan sekaligus membantu RBR naik peringkat 4 ke peringkat 2 konstruktor, menyingkirkan tim Ferrari dan Mercedes.

Rasa percaya diri Tsunoda besar lantaran ia mulai bisa beradaptasi dan  menemukan irama di atas RB21, mobil ysng sedari awal memang dibangun sesuai driving style Verstappen.

"Saya sekarang benar-benar fokus untuk membantu tim merebut gelar pembalap dan P2 konstruktor. Hanya itu yang saya tuju," kata Tsunoda.

Laurent Mekies dan Helmut Marko pun  memuji penampilan Tsunoda di GP AS dan hasil sementara di Meksiko.  Sebuah pujian yang jelas untuk memotivasi pembalap paling mungil di F1 itu agar  isa memenuhi ekspektasi tim, tak lain adalah membantu menghambat laju McLaren.

Bisakah Tsunoda? (r)

 

 

 

 

Tag

Terpopuler

Terkini