Mobilinanews.com (Jakarta) - Proyek Tol Pejagan–Cilacap kini memasuki babak baru. Jalan bebas hambatan yang akan menghubungkan wilayah utara dan selatan Jawa Tengah ini dipastikan akan melintasi empat kabupaten, yakni Brebes, Tegal, Banyumas, dan Cilacap. Namun menariknya, sekitar 50 persen trase tol tersebut akan terbaring di wilayah Banyumas.
Kabar ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Rachman Arief Dienaputra, saat melakukan pertemuan dengan Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, di Purwokerto pada 23 Oktober 2025 lalu.
“Dari total panjang tol sekitar 95,3 kilometer, hampir separuhnya melewati Banyumas. Kurang lebih sekitar 40 sekian kilometer, jadi hampir 50 persennya,” ujar Rachman, dikutip dari Kompas.com.
Lima Seksi Pembangunan, Banyumas Jadi Titik Sentral
Pembangunan tol ini dibagi ke dalam lima seksi utama yang membentang dari Brebes hingga Cilacap. Dari kelimanya, tiga seksi melintasi Banyumas, yaitu:
Ketiga seksi ini menjadikan Banyumas sebagai wilayah paling dominan dalam trase proyek, sekaligus menjadi pusat konektivitas utama antara jalur pantura dan selatan.
Untuk menunjang kelancaran arus kendaraan, pemerintah juga akan membangun tiga gerbang tol (interchange), masing-masing di Ajibarang, Wangon, dan Lebeng (Cilacap). Keberadaan gerbang-gerbang ini diharapkan mampu memecah arus lalu lintas dan memperlancar distribusi logistik antarkabupaten.
Konstruksi Dimulai 2029, Studi Kelayakan Selesai 2026
Meski rencana trase sudah disusun secara detail, pembangunan fisik tol Pejagan–Cilacap belum akan dimulai dalam waktu dekat.
Rachman menjelaskan, saat ini proyek masih dalam tahap pra-studi kelayakan yang ditargetkan rampung pada awal 2026.
“Jadwal sementara, pelelangan dilakukan pada kuartal IV tahun 2026,” kata Rachman.
Jika sesuai rencana, penandatanganan kontrak dilakukan pada 2027, disusul pembebasan lahan dan konstruksi fisik mulai tahun 2029.
Adapun total investasi proyek ini mencapai sekitar Rp 27 triliun, di luar biaya pembebasan lahan.
Percepat Mobilitas dan Pertumbuhan Ekonomi Selatan Jawa
Tol Pejagan–Cilacap disebut akan menjadi pengubah peta konektivitas di Jawa Tengah bagian selatan. Selama ini, jalur Purwokerto Pejagan dikenal padat dan memakan waktu tempuh hingga tiga jam.
Dengan hadirnya tol ini, waktu perjalanan diproyeksikan terpangkas hingga setengahnya.
“Dari Purwokerto ke Pejagan sekarang sekitar tiga jam. Mudah-mudahan dengan adanya jalan tol ini bisa 1,5 jam atau bahkan 1 jam,” ujar Rachman optimistis.
Selain efisiensi waktu, kehadiran tol ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, terutama di sektor logistik, perdagangan, dan pariwisata. Banyumas dan Cilacap yang selama ini menjadi simpul jalur selatan, akan semakin terbuka bagi investasi dan pengembangan kawasan baru.
Harapan Warga dan Tantangan di Depan
Meskipun proyek ini masih membutuhkan waktu beberapa tahun sebelum terealisasi, warga di sekitar jalur trase kini memiliki kepastian mengenai arah pembangunan. Namun, tantangan besar tetap ada, terutama dalam pembebasan lahan dan sinkronisasi tata ruang antarwilayah.
Dengan progres yang terus berjalan dan dukungan pemerintah daerah, Tol Pejagan Cilacap diharapkan menjadi tol strategis yang menghubungkan dua poros utama Jawa Tengah, sekaligus memperkuat mobilitas dari pantura ke jalur selatan.
Jika terealisasi sesuai target, maka dalam beberapa tahun mendatang, perjalanan dari Brebes ke Cilacap akan terasa jauh lebih singkat, nyaman, dan efisien membawa angin segar bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan Jawa.