Suzuki Burgman Hydrogen: Skutik Masa Depan, Sekali Isi Bisa Tempuh 200 Km Tanpa Emisi

Kamis, 13/11/2025 12:15 WIB
Ade Nugroho


Suzuki Burgman Hydrogen: Skutik Masa Depan, Sekali Isi Bisa Tempuh 200 Km Tanpa Emisi
Suzuki Burgman Hydrogen: Skutik Masa Depan, Sekali Isi Bisa Tempuh 200 Km Tanpa Emisi

mobilinanews.com (Jakarta) - Teknologi kendaraan kini melaju ke arah yang semakin futuristik. Setelah era motor listrik mulai menguasai pasar, kini Suzuki memperkenalkan langkah baru yang cukup berani — motor berbahan bakar hidrogen.

Motor tersebut adalah Suzuki Burgman Hydrogen, yang resmi diperkenalkan di ajang Japan Mobility Show (JMS) 2025. Skutik ini langsung mencuri perhatian para pengunjung, bukan hanya karena desainnya yang futuristik, tetapi juga karena konsepnya yang benar-benar unik: menggabungkan mesin pembakaran internal dengan bahan bakar hidrogen murni.

Mesin Konvensional, Tapi Pakai Hidrogen

Dilansir dari 2banh.vn, Suzuki Burgman Hydrogen tetap menggunakan mesin pembakaran internal (internal combustion engine) seperti motor konvensional, namun bahan bakarnya diganti dari bensin menjadi hidrogen.

Dengan teknologi ini, Burgman Hydrogen tetap mempertahankan suara dan karakter khas mesin konvensional, tetapi hampir tidak menghasilkan emisi CO₂.
Inilah yang membuat motor ini terasa “hidup” seperti motor bensin, namun tetap ramah lingkungan seperti motor listrik.

Suzuki bahkan menambahkan motor listrik kecil untuk menciptakan sistem hybrid pintar, yang mampu memberikan akselerasi halus dan efisiensi tinggi, terutama saat digunakan di lingkungan perkotaan.

Tangki Hidrogen di Antara Kaki Pengemudi

Salah satu inovasi paling menarik dari Burgman Hydrogen terletak pada penempatan tangki bahan bakar hidrogen.
Suzuki menempatkan tangki kompresor bertekanan tinggi (70 MPa) di antara kaki pengemudi, untuk menjaga keseimbangan dan efisiensi ruang.

Dengan konfigurasi tersebut, motor ini mampu menempuh jarak lebih dari 200 kilometer hanya dengan satu kali pengisian hidrogen — hasil yang sangat impresif untuk kendaraan perkotaan modern.

Untuk meningkatkan efisiensi, Suzuki bahkan melakukan perombakan besar pada desain rangka dan gardan belakang. Mesin serta sistem transmisi dimundurkan sekitar 8 inci, membuat jarak sumbu roda lebih panjang dibandingkan Burgman versi bensin.
Namun, dalam versi demonstrasi di JMS 2025, desain itu disempurnakan dengan pembagian tangki menjadi dua bagian lebih kecil, demi keseimbangan dan keamanan yang lebih baik.

Belum Dijual, Masih Tahap Pengembangan

Meskipun tampil memukau, Suzuki menegaskan bahwa Burgman Hydrogen belum akan diproduksi massal dalam waktu dekat.
Motor ini masih dalam tahap penelitian dan pengembangan (R&D) sebagai bagian dari strategi jangka panjang Suzuki menuju mobilitas rendah emisi.

Namun, langkah ini menjadi tonggak penting bagi masa depan motor bertenaga hidrogen. Suzuki tampaknya berusaha mencari jalan tengah antara motor listrik yang senyap dan motor bensin yang berkarakter — menciptakan sensasi berkendara mekanis tanpa meninggalkan prinsip ramah lingkungan.

Langkah Berani Suzuki Menuju Masa Depan

Suzuki Burgman Hydrogen bukan sekadar eksperimen teknologi, melainkan pesan kuat bahwa masa depan kendaraan tidak hanya tentang listrik, tetapi juga hidrogen.
Dengan kemampuan menempuh 200 km sekali isi, performa halus, dan nyaris tanpa emisi, Burgman Hydrogen bisa menjadi gambaran nyata kendaraan urban masa depan — efisien, bersih, dan tetap menyenangkan dikendarai.

Jika berhasil dikomersialkan, bukan tidak mungkin motor ini akan menjadi pionir skutik hidrogen pertama di dunia yang mengubah arah industri otomotif global.

Tag

Terpopuler

Terkini