WRC 2025 Jepang: 3 Driver Toyota Berebut Gelar. 2 Joki Hyundai Terancam Pecah

Kamis, 06/11/2025 22:18 WIB
Rulin purba


Thierry Neuville (kiri) dan Ott Tanak, terancam pecah di tim Hyundai. (Foto: hyundai)
Thierry Neuville (kiri) dan Ott Tanak, terancam pecah di tim Hyundai. (Foto: hyundai)

mobilinanews (Jepang) - Rally Jepang pekan ini tak hanya ramai soal perebutan gelar juara dunia 2025. Tapi, juga diramaikan isu panas soal line-up perally tim Toyota dan Hyundai musim 2026.

Pertarungan sengit dalam perburuan gelar melibatkan tiga joki Toyote Gazoo Racing (TGR) dengan selisih poin sangat rapat. Masing-masing Elfyn Evans (Inggris) dengan total poin 247, Sebastien Ogier (Prancis/234) dan Kalle Rovanpera (Finlandia/234).

Hasil di Jepang bakal sangat krusial menuju seri lomba terakhir tahun ini di Arab Saudi, akhir bulan ini.

Buat Rovanpera,  kalaupun menjadi juara dunia WRC untuk ketiga kalinya setelah 2022 dan 2023, itu tak akan mengubah rencananya untuk meninggalkan WRC. Pemegang rekor juara dunia WRC termuda itu akan beralih ke balap single seater (Formula) mulai tahun depan. 

Kepergian Rovanpera masih menyisakan 4 joki di TGR. Selain Evans dan Ogier, masih ada Takamoto Katsuta. Tapi, TGR masih butuh driver senior lainnya karena status Ogier bisa dipastikan tak berubah dari posisi dalam 2 musim terakhir, yakni pembalap paroh waktu alias hanya tampil beberapa seri dari 14 kalender lomba.

Karena itulah muncul isu besar dalam beberapa pekan terakhir. Beredar kabar kalau joki tim Hyundai Ott Tanak (Estonia) bakal kembali ke Toyota setelah pisah di akhir musim 2019.

Tanak menjadi juara dunia WRC lewat Toyota pada 2019 itu. Namun ia hengkang ke Hyundai pada 2020, sempat pindah ke M-Sport Ford dan akhirnya balik ke Hyindai lagi. Sialnya, ia tak kunjung sukses menambah gelar dunia selain satu-sarunya bersama Toyota do 2019 itu.

Musim ini Tanak berada di peringkat 4 klasemen dengan total poin 197. Secara matematika masih berpeluang melawan 3 pilot Toyota dalam sisa dua seri tahun ini di Jepang dan Arab Saudi. Tapi, di luar matematika, sangat sulit dan cenderung tak realistis untuk tetap tarung berebut gelar.

Isunya, yang semakin santer sepanjang hari pertama GP Jepang, Kamis (6/11), Tanak adalah favorit untuk mengisi tempat yang ditinggalkan Rovanpera. 

Benar tidaknya akan diketahui pada Senin (10/11) nanti. Akan ada pengumuman resmi Toyota  untuk line-up tim tahun 2026.

Team Principal TGR Jari-Matti Latvala menolak berkomentar soal Tanak. Alasannya, ia bukan satu-satunya yang menentukan formasi driver 2026.

Di pihak.lain, Direktur Sport Hyundai Andrew Wheatley menyebut negoisasi perpanjangan kontrak masih tetap berjalan. Ia sebut nego itu terbilang rumit.

Tanak sendiri sudah mengambil sikap untuk tetap  berlaga di WRC. Opsinya hanya 2. Tetap di Hyundai atau kembali ke Toyota.

Mana yang dipilih?

"Itu sangat bergantung pada keputusan tim. Tunggu saja apa yang akan mereka umumkan," katanya, sebuah jawaban mengambang yang cenderung membenarkan isu ke Toyota.

Beda dengan rekan setimnya di Hyundai, Therry Neuville (Belgia) yang juga juara dunia 2024. Ia menanggapi santai isu itu dan jelas tak peduli jika harus pecah kongsi dengan Tanak.

Dalam wawancaranya dengan media Belgia, RTBF, Neuville menegaskan loyalitasnya sejak 2014 bersama Hyundai. Ia pun tak merasa perlu cemas dengan kepergian Tanak jika isu itu benar.

"Saya tak tahu apakah khawatir atau tidak. Saya hanya peduli pada tim dan diri saya sendiri," tandasnya.

Ia sebut yang ia pentingkan adalah mobil yang kompetitif. Hanya itu.

"Jika Tanak pergi, tim kami menjadi lemah  Tapi, jika kami memiliki mobil maka kami tetap bisa meraih hasil yang bagus."

Saat ini Neuville bercokol di P5 klasemen WRC tanpa punya peluang lagi mempertahankan gelar. Itu sebabnya ia tahun depan lebih membutuhkan mobil yang kompetitif dibandingkan rekan satu tim. Harapannya bisa bersaing lagi di level atas perebutan gelar. (r)

 

 

 

 

 

Tag

Terpopuler

Terkini