mobilinanews (Qatar) - Kena diskualifikasi di GP Las Vegas, 2 joki McLaren kembali menelan pil sangat pahit di race GP Qatar, Minggu (30/11) malam waktu lokal. Kali ini lantaran kecerobohan tim sendiri.
Apes betul Oscar Piastri dan Lando Norris. Sampai lap ke-41 dari 57 laps jadwal balapan, keduanya memimpin dengan solid.
Max Verstappen di belakang mereka, berikutnya Carlos Sainz (Williams) dan Kimi Antonelli (Mercedes). Kelimanya bergerak maju macam kereta api. Tak ada aksi mendekat satu sama lain, apalagi menyalip.
Tinggal beberapa laps. Jika formasi itu lanjut hingga garis finish maka saat itulah Verstappen out dari perburuan gelar karena sebumnya sudah kalah 24 poin dari Norris. Tinggal Piastri dan Norris yang bergelut di partai final GP Abu Dhabi akhir pekan ini.
Tapi, perubahan besar dan dramatis terjadi dengan adanya insiden yang mengundang kehadiran safety car. Verstappen dan mayoritas driver lain buru-buru balik ke pit untuk ganti ban.
McLaren tak ikutan. Berikutnya baru Piastri yang masuk dan selanjutnya disusul Norris. Tidak masuk berbarengan.
Begitu masuk trek lagi, Piastri berada di belakang Verstappen. Norris lebih parah, ada di urutan kelima di belakang Sainz dan Antonelli.
Sendirian di depan dengan menghirup udara segar, RB21 besutan Verstappen tak tertandingi dan mencapai finish sebagai juara, Piastri kedua.
Norris pun kewalahan ksrena diasapi udara kotor dari beritanya mobil Antonelli. Bahwa ia kemudian finish di P4, tak lain karena laju mobil Antonelli sempat melebar di lap terakhir.
Perubahan besar pun terjadi di klasemen sementara. Norris yang tadinya unggul 25 angka atas Verstappen tetap unggul menuju seri Abu Dhabi dengan total poin 408, Verstappen 396 dan Piastri yang turun ke P3 klaesmen dengan angka 392. Inilah kali pertama Piastri turun ke P3, padahal hingga akhir Agustus lalu ia sudah kalahkan Verstappen dengan beda 104 poin.
Wajar Piastri mengumpat kesal usai balapan. Dengan lantang menyenggol.kesalahan tim soal pitstop.
"Perasaan saya hancur. Saya punya kecepatan dan kesempatan besar. Daya tidak bikin kesalahan. Soal strategi saya serahkan kepada tim karena mereka yang lebih tahu situasi balapan," kata Piastri yang memenangkan sprintvrace pada malam sebelumnya dan pada main race memulai balapan selaku pelaku pole sitter.
Team Principal McLaren pun mengaku kesalahan pada pihaknya.
"Saya memahami Oscar sangat kecewa, karena dia melakukan segalanya dengan benar. Ia kehilangan kemenangan, Lando kehilangan podium. Kerugian sangat besar. Kami tak menduga rival akan lebih fulus ganti ban, saat kami memimpin," kilahnya sembari coba menyemangati lagi kedua pembalapnya menuju Abu Dhabi.
Di sana, Verstappen masih terbilang sulit untuk membalikkan keunggulan 12 poin milik Norris hanya dalam satu pukulan. Tetapi, seperti berulangkali dikatakan Verstappen, apa saja bisa terjadi di F1 dan tak ada yang tahu apa yang menanti di depan.
Komenyar Verstappen
Pertama ya memuji perintah pitstop timnya yang brilian.
"Saat mengetahui McLaren belum lakukan pitstop, saya langsung melihat celah yang menarik. Sangat sulit dipercaya kalau saat ini saya masih berada dalam perburuan gelar," ucap juara dunia 4 kali itu yang langsung geber gaspol memanfaatkan keterlambatan pitstop McLaren, yang kemudian finish dengan jarak lebih dari 7 dan 23 detik dengan Piastri dan Norris.(r)