mobilinanews (Italia) - Membela The Prancing Horse sejak 2019, Charles Leclerc tak jua sempat bertarung konsisten di level perebutan gelar. Musim 2025 ini malah tak sekali pun mersih kemenangan.
Wajar kalau pembalap asal Monaco itu gundah menyongsong musim balap 2026 Musim yang ia sebut dengan istilah 'now or never'. Ya, sekarang atau tidak sama sekali.
Tahun depan, katanya, adalah penentuan dirinya tetap bersama Ferrari atau tidak. Loyalitasnya akan punah jika tim Italia itu tak kunjung kompetitif dalam perebutan gelar.
"Tahun depan sangat krusial. Berpengaruh langsung pada 4 tahun musim berikutnya," kata Leclerc yang kontrak resminya dengan Ferrari berlaku hingga akhir musim 2029.
Mulai musim depan, regulasi baru F1 berlaku dengan mesin, sasis dan aero berbeda. Tim yang dominan pada 2026 sangat besar kemungkinan juga dominan hingga perubahan regulasi berikutnya. Tim mana yang paling adaptif dengan regulasi maka merekalah yang akan berada di depan.
Inilah mengapa Leclerc berpikir bahwa posisi tim di tahun depan akan menentukan nasib mereka di F1.
“Ini sulit, tetapi pada saat yang sama,, saya pikir seluruh tim sangat termotivasi untuk tahun depan karena ini adalah perubahan besar. Peluang besar untuk menunjukkan kemampuan Ferrari,” katanya.
“Sekarang atau tidak sama sekali. Saya sangat berharap tim akan memulai era baru ini dengan langkah yang tepat karena penting untuk empat tahun ke depan," imbuhnya pada media the-race.
Harapan sekaligus ancaman Leclerc sepertinya bukan main-main. Pasalnya, dalam dua bulan terakhir sudah beredar rumor di oaddock F1 kalau dirinya sudah punya peluang pindah ke tim Aston Martin pada 2027. Tim yang disebut-sebut sebagai tim yang bakal mengejutkan karena jor-joran dalam pengembangan tim dan fasilitas pabriknya, memiliki para teknisi papanbatas termasuk desainer kondang Adrian Newey plus Honda sebagai pemasok mesin.
Meski demikian, Leclerç masih optimis bisa meraih gelar bersama Ferrari. Ia harapkan itu terjadi pada 2026 dengan catatan Ferrari memberinya mobil yang mumpuni.