F1 2025 Qatar: Gawat. Max Verstappen, "Besok pun Saya Bisa Pergi dari F1"

Jum'at, 28/11/2025 22:25 WIB | Rulin purba
Max Verstappen (Belanda/Red Bull Racing). Foto: LAT-espn))
Max Verstappen (Belanda/Red Bull Racing). Foto: LAT-espn))

mobilinanews (Qatar) - Pembalap Red Bull Racing Max Verstappen menegaskan masa depannya di F1 sangat bergantung pada perubahan regulasi teknis pada 2026. 

"Jika mobilnya masih menyenangkan untuk dikemudikan, saya lanjut. Jika tak lagi menyenangkan, saya cari balapan alternatif lainnya. Saya menyukai beberpa jenis balapan," tegas driver Belanda itu di Qatar, dikutip dari media PA dan ESPN.

Masa kontraknya di Red Bull sebenarnya baru  tuntas pada akhir musim 2028. Tapi, ia menegaskan hanya akan meneruskan kontrak jika tadinya depan ia masih bisa menikmati karakter mobil hasil regulasi baru.

Musim 2025 ini tinggal dua race untuk perebutan gelar dunia. Verstappen masih bisa medapuk gelar kelima berturut sejak 2021. Jika ia kompetitif dan terus balapan hingga akhir 2028 maka ia punya kesempatan untuk menyamakan rekor 7 gelar F1 milik Michael Schumacher dan Lewis Hamilton.

"Mengejar 7 gelar tak ada dalam benak saya meskipun itu memungkinkan. . Itu bukan tujuan yang ingin saya raih sebelum meninggalkan F1. Saya bisa tinggalkan olahraga ini besok dengan mudah."

Tahun depan regulasi F1 berubah besar. Salah satunya adalah power yang disuplai listrik dan bahan bakar berkelanjutan dengan porsi masing-masing 50%. Beberapa regulasi teknis lainnya pun berubah.

Di kubu Red Bull Racing sendiri juga terjadi perubahan besar. Mulai tahun depan tim asal Austria ini berpisah dengan Honda, pabrikan Jepang yang membantu 4 gelar buat Verstappen. Gantinya adalah pabrikan asal AS, Ford, sekaligus persiapan untuk Red Bull memproduksi mesin sendiri.

Dengan perubahan regulasi itu, sangat sulit memprediksi tim mana yang akan mampu cepat beradaptasi. Belum busa diperkirakan mobil dan pembalap mana saja yang bakal kompetitif.

Bagi seorang pembalap seperti Verstappen, sangat  jelas kalau yang utama ia butuhkan adalah mobil yang bisa membawanya bersaing di papan atas. Hanya itu yang membuatnya bisa menikmati balapan.

Jika tahun depan Red Bull tak mampu menyediakannya maka sang jagoan sudah putuskan untuk pergi dari F1.

"Jika saya berhenti, itu adalah berhenti selamanya. Tak ada pikiran berhenti lantas come back lagi. Sekali stop, benar-benar stop," tandas driver yang baru berusia 28 tahun itu. Waduhhh! (r)