F1 2026: Membedah Regulasi `Mobil Diet` yang Bikin Tim Raksasa Putar Otak!

Sabtu, 20/12/2025 12:20 WIB
bagas


Mobil Balap F1 2026 (Foto: FIA)
Mobil Balap F1 2026 (Foto: FIA)

Mobilinanews (Jakarta) - Ajang balap mobil paling bergengsi di dunia yaitu, Formula 1 (F1) tengah bersiap untuk menghadapi salah satu reset teknis terbesar dalam sejarahnya pada musim 2026 mendatang.

Berbeda dengan perubahan regulasi sebelumnya yang seringkali hanya menyentuh satu sisi antara mesin atau sasis, FIA kali ini merombak total setiap aspek desain untuk menciptakan balapan yang lebih kompetitif, aman, dan berkelanjutan.

Melansir siaran resmi FIA pada Sabtu (20/12/2025), inti dari perubahan regulasi spesifikasi itu berdasarkan filosofi Nimble Car Concept atau konsep mobil gesit, sebuah visi yang berupaya membalikkan tren mobil F1 yang selama ini semakin besar dan berat.

Untuk mencapai kelincahan maksimal, FIA menetapkan target pengurangan berat sebesar 30 kg sehingga bobot minimum mobil balap beserta ban menjadi 724 kg. Dimensi fisik mobil pun menyusut secara signifikan.

Ya, jarak sumbu roda (wheelbase) kini dipangkas 200 mm menjadi 3.400 mm, sementara lebar keseluruhan mobil berkurang 100 mm. Bahkan, lebar lantai mobil turut dikurangi sebesar 150 mm untuk meminimalkan hambatan angin.

Sektor aerodinamika mengalami perombakan radikal. Sayap depan akan menyempit 100 mm dan mengadopsi sistem flap aktif dua elemen. Di bagian belakang, sayap tiga elemen akan bekerja tanpa kehadiran beam wing yang selama ini digunakan pada era 2022-2025. 

Struktur endplate sayap belakang juga disederhanakan, sementara wheel arches yang menjadi ciri khas mobil 2022 akan dihilangkan sepenuhnya. Perubahan sasis ini diprediksi akan mengurangi downforce sebesar 30% dan memangkas hambatan udara hingga 55%.

“Kami belajar banyak dari hal dalam mengembangkan regulasi untuk tahun 2026, kami berharap dapat mempertahankan karakteristik yang baik untuk jangka waktu yang lebih lama,” ucap Direktur Single-Seater FIA, Nikolas Tombazis.

Salah satu tantangan terbesar F1 adalah kemampuan mobil untuk saling membuntuti dalam jarak dekat. Pada awal siklus 2022, kemampuan mobil untuk mempertahankan downforce saat berada 20 meter di belakang lawan mencapai 80-85%.

Namun, seiring pengembangan tim, angka tersebut merosot menjadi 70%. Melalui regulasi 2026, FIA menargetkan angka ini kembali ke level 90% dengan membatasi desain yang memicu outwash atau aliran udara liar ke samping.

Terobosan paling mencolok adalah pengenalan sistem aerodinamika aktif yang akan menggantikan DRS konvensional. Penggemar tidak lagi akan melihat sayap belakang yang terbuka hanya untuk menyalip.

Sebaliknya, mobil 2026 memiliki dua mode yakni, Straight Mode (X-Mode) untuk kecepatan tinggi di lintasan lurus dengan hambatan minimal, dan Corner Mode (Z-Mode) untuk downforce maksimal saat menikung yang dapat diaktifkan di titik-titik tertentu.

Di balik kap mesin, F1 tetap menggunakan mesin hibrida 1,6 liter, namun dengan konfigurasi yang jauh lebih bertenaga, khususnya di sisi elektrikal.

Meskipun MGU-H dihilangkan dan tenaga dari mesin pembakaran internal (ICE) turun dari kisaran 560 kW menjadi 400 kW, output baterai melonjak drastis sebesar 300%, dari 120 kW menjadi 350 kW, menciptakan keseimbangan daya 50:50 antara tenaga bensin dan elektrik.

Untuk membantu aksi salip-menyalip, FIA memperkenalkan Overtake Mode. Jika pembalap berada dalam jarak satu detik di belakang lawan, mereka akan mendapatkan tambahan energi sebesar 0,5 MJ.

Strategi ini diperkuat dengan aturan energy deployment dimana mobil di depan akan mulai kehilangan tenaga elektrik secara bertahap setelah menyentuh kecepatan 290 km/jam, sementara mobil yang mengejar tetap bisa menyentuh kecepatan 337 km/jam.

Keamanan tetap menjadi prioritas utama dengan peningkatan standar uji beban. Struktur dampak depan telah direvisi dan perlindungan intrusi samping diperketat.

Beban yang harus ditahan oleh roll hoop ditingkatkan dari 16G menjadi 20G, dengan beban uji yang naik dari 141 kN menjadi 167 kN. Selain itu, lampu keselamatan lateral baru akan diperkenalkan untuk mengidentifikasi status sistem ERS secara visual.

Terakhir, seluruh grid F1 2026 akan beralih ke 100% bahan bakar berkelanjutan yang berasal dari komponen non-biologis atau limbah kota. Langkah ini diawasi melalui skema verifikasi pihak ketiga yang ketat untuk memastikan setiap tetes bahan bakar memenuhi ambang batas emisi gas rumah kaca yang ditentukan.

Dengan masuknya manufaktur baru seperti Audi dan kembalinya Ford serta Honda secara penuh, regulasi 2026 bukan sekadar perubahan teknis, melainkan awal dari babak baru balapan yang lebih hijau dan tidak terprediksi.

Tag

Terpopuler

Terkini