Delapan Musim Merajai F1, Honda Pamit dari Red Bull dengan Rekor 141 Podium

Rabu, 24/12/2025 10:27 WIB
bagas


Honda - Red Bull (Foto: Honda)
Honda - Red Bull (Foto: Honda)

Mobilinanews (Tokyo) - Gemuruh mesin di Sirkuit Yas Marina pada seri penutup Grand Prix Abu Dhabi 2025 tidak hanya menandai berakhirnya musim balap, tetapi juga menjadi saksi bisu berakhirnya salah satu era paling dominan dalam sejarah modern Formula 1 (F1).

Setelah delapan musim berkolaborasi, Honda resmi menyudahi kemitraan mereka dengan Red Bull Group. Perpisahan ini terasa kian manis karena ditutup dengan kemenangan krusial yang menegaskan warisan keunggulan mesin Jepang di kancah balap jet darat.

Perjalanan ikonik ini dimulai pada musim 2018 saat Honda memberanikan diri membangun pondasi bersama Scuderia Toro Rosso. Kepercayaan tersebut berbuah manis ketika kolaborasi meluas ke tim utama, Red Bull Racing, pada 2019.

Sejak saat itu, logo Honda terus menghiasi mobil-mobil tim papan atas, mulai dari era Scuderia AlphaTauri hingga transformasi terbaru menjadi Visa Cash App Racing Bulls (VCARB) di musim 2024 dan 2025.

Dalam waktu kurang dari satu dekade, Honda dan Red Bull Group berhasil mendominasi podium dengan koleksi dua gelar Juara Dunia Konstruktor pada 2022 dan 2023 serta empat gelar Juara Dunia Pembalap melalui Max Verstappen pada 2021 hingga 2024.

Secara kumulatif, kemitraan ini telah mengamankan 72 kemenangan balapan dan 141 podium, sebuah angka yang menempatkan mereka dalam jajaran aliansi mesin dan sasis tersukses sepanjang masa.

Momen bersejarah juga tercipta di sepanjang era Turbo Hybrid ini. Dunia otomotif tentu tidak akan lupa saat Red Bull mempersembahkan podium pertama Honda di era mesin modern pada GP Australia 2019, disusul oleh kemenangannya di GP Austria di tahun yang sama.

Puncaknya adalah drama di GP Abu Dhabi 2021, di mana Honda akhirnya meraih gelar Juara Dunia pertama mereka di era Turbo Hybrid, mengakhiri dominasi panjang rival-rival mereka, dan ketangguhan teknologi asal Negeri Sakura tersebut.

Keberhasilan Honda tidak hanya dirasakan oleh tim utama. Tim-tim afiliasi Red Bull pun merasakan magis teknologi Honda, mulai dari podium mengejutkan Toro Rosso di Jerman dan Brasil 2019, hingga kemenangan Pierre Gasly bersama AlphaTauri di Monza 2020.

Bahkan di musim terakhirnya, Honda masih mampu menunjukkan taringnya melalui tim VCARB yang berhasil mengamankan podium di GP Belanda 2025, membuktikan bahwa daya saing mesin mereka tidak pernah luntur hingga detik terakhir.

“Kami bangga dapat terus bersaing di barisan depan F1 selama delapan tahun melalui kolaborasi yang kuat dengan Red Bull Powertrains serta kedua tim,” ujar Koji Watanabe, Presiden Honda Racing Corporation (HRC), Rabu (24/12/2025).

Selain menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas perjalanan delapan tahun ini, Ia menegaskan bahwa kontribusi teknologi dan sumber daya manusia Honda telah menjadi elemen kunci dalam setiap trofi yang diraih oleh Oracle Red Bull Racing.

“Merupakan suatu kehormatan besar bahwa teknologi dan sumber daya manusia Honda telah berkontribusi pada banyak kemenangan dan gelar juara yang diraih Oracle Red Bull Racing selama periode ini,” jelas Koji.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat. Dengan berbekal pengalaman ini, HRC akan terus mendorong pertumbuhan motorsport serta kemajuan inovasi teknologi Honda,” sambungnya.

Meski kemitraan dengan Red Bull telah berakhir, ambisi Honda di F1 belum padam. Fokus mereka kini beralih sepenuhnya ke musim 2026, yang akan menandai dimulainya era regulasi teknis baru untuk sasis dan power unit.

Honda siap membuka lembaran baru melalui kemitraan eksklusif dengan Aston Martin Aramco F1 Team. Kolaborasi ambisius ini dijadwalkan akan memperkenalkan jet darat terbaru mereka, AMR26, pada 9 Februari 2026 mendatang.

Tag

Terpopuler

Terkini