Moto3 2026: Tak Sekadar Melintas, Veda Ega Pratama Targetkan Status Debutan Terbaik!

Minggu, 28/12/2025 15:50 WIB
bagas


Veda Ega Pratama (Foto: Red Bull)
Veda Ega Pratama (Foto: Red Bull)

Mobilinanews (Jakarta) - Bintang muda balap motor Indonesia, Veda Ega Pratama, resmi memulai hitung mundur menuju babak paling krusial dalam karirnya dengan menatap debut penuh di kelas Moto3 musim 2026 mendatang.

Tidak tanggung-tanggung, pembalap asal Gunungkidul ini tidak sekadar ingin menjadi pelengkap di grid. Gelar Rookie of the Year menjadi target utama yang diusung saat memulai debutnya nanti.

Langkah Veda menuju kasta dunia ini bukan sekadar partisipasi formalitas. Veda mengungkapkan bahwa target tersebut merupakan wujud dari semangat juangnya, meski ia sadar betul akan proses belajar yang panjang di depan mata.

Baginya, musim pertama akan menjadi kombinasi antara persaingan sengit dan adaptasi mendalam terhadap lingkungan baru, mulai dari tim, jajaran mekanik, hingga teknologi motor yang jauh lebih kompleks.

“Target bismillah bisa Rookie of the Year, tapi saya juga sekalian belajar karena tim baru, mekanik baru, semuanya baru,” kata Veda usai bertemu Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X di Kepatihan, Yogyakarta, dikutip Minggu (28/12/2025).

Tantangan di kelas Moto3 memang dikenal sangat brutal. Berbeda dengan kelas junior yang pernah ia geluti, Moto3 menuntut ketahanan fisik yang luar biasa seperti intensitas persaingan yang tidak memberikan ruang untuk bernapas sejak lap pertama hingga finish.

Menyadari hal tersebut, Veda kini tengah menempa diri melalui latihan fisik yang sangat disiplin, pengasahan skill kendali motor, serta penguatan mental untuk menghadapi tekanan di lintasan balap internasional yang penuh risiko.

Salah satu faktor pembeda utama di Moto3 adalah spesifikasi motor yang dirancang khusus untuk balap dan tidak diproduksi secara massal, sehingga kecerdasan pembalap dalam mekanik untuk menemukan setelan motor yang presisi menjadi kunci kemenangan.

“Persiapannya ya latihan fisik, latihan motor seperti biasa, dan mungkin latihan mental. Skill pasti yang diutamakan dan juga kan motornya ini memang dirancang khusus buat balap, enggak dijual bebas, jadi ini pinter-pinternya nyeting motornya juga,” jelasnya.

Namun, jalan menuju tahta pembalap pendatang baru terbaik dipastikan tidak akan mudah. Veda harus kembali berhadapan dengan rival-rival tangguh yang sudah ia kenal sejak berlaga di Red Bull Rookies Cup, seperti Brian Uriarte dan Hakim Danish.

Veda secara jujur mengakui bahwa para pesaingnya tersebut memiliki keunggulan start karena telah mencicipi atmosfer Moto3 lebih. Pengalaman tersebut memberi mereka modal berharga berupa data dan setelan motor yang sudah teruji.

“Tahun ini saya tarungnya sama Hakim Danish dan Brian Uriarte. Tapi mereka sudah punya pengalaman lebih karena sempat wildcard di Malaysia, Australia, dan Valencia, jadi mereka sudah dapat setting-an masing-masing,” jelas pembalap anyar Honda Team Asia ini.

Kendati demikian, dengan berkat doa dan persiapan matang, Veda Ega Pratama siap membawa merah putih berkibar di kancah dunia, membuktikan bahwa talenta dari pelosok Yogyakarta mampu bersaing dengan jajaran pembalap elite global.

Tag

Terpopuler

Terkini