Mobilinanews (Jakarta) - Di balik gemerlap lintasan Formula 1 (F1) yang penuh akan ketegangan, sebuah aliansi tak terduga mulai terungkap antara sang bintang, Max Verstappen, dan pembalap muda Brasil yang tengah naik daun, Gabriel Bortoleto.
Hubungan ini bukan sekadar basa-basi antar-pembalap, melainkan sebuah mentorisme mendalam yang secara signifikan telah membentuk peta jalan karir Bortoleto menuju kursi balap bergengsi bersama Sauber dan Audi pada 2026 mendatang.
Bortoleto, yang mencetak sejarah dengan memenangi gelar Formula 3 dan Formula 2 secara berturut-turut pada 2023 dan 2024, mengungkapkan bahwa Verstappen adalah sosok kunci di balik keputusan-keputusan krusialnya.
Salah satu momen paling menentukan adalah ketika ia hendak bergabung dengan program McLaren Academy. Alih-alih melangkah sendiri, Bortoleto memilih untuk berkonsultasi langsung dengan Verstappen sebelum membubuhkan tanda tangan di atas kontrak.

Kedekatan mereka sebenarnya telah terjalin lama, jauh sebelum media mencium keakraban keduanya di paddock. Bagi Bortoleto, Verstappen bukan sekedar rekan sejawat, melainkan penasihat yang tulus, bahkan tidak pernah mencoba mendikte langkah Bortoleto.
Sebaliknya, ia memberikan ruang diskusi yang terbuka bagi juniornya tersebut, berbagi pandangan jujur setiap kali Bortoleto berada di persimpangan jalan, termasuk saat transisi besarnya menuju tim Sauber yang akan bertransformasi menjadi Audi pada 2026.
“Saya memiliki hubungan pertemanan yang sangat baik dengan Max sejak lama. Sekarang, ini lebih banyak diberitakan di media, tetapi itu bukan hal yang baru. Kami menghabiskan banyak waktu bersama. Dia adalah orang yang sangat baik," katanya, Selasa (30/12/2025).
Dukungan Verstappen tidak berhenti pada diskusi kontrak semata. Di balik layar, ia bahkan sempat memberikan rekomendasi khusus kepada manajemen Red Bull untuk memantau bakat Gabriel Bortoleto sejak dini.
Pengakuan ini menunjukkan betapa besarnya potensi yang dilihat Verstappen dalam diri pembalap muda tersebut, bahkan hingga muncul harapan dari sang juara dunia agar suatu saat nanti mereka bisa berada di tim yang sama.

"Ia banyak membantu saya ketika masih di seri junior. Saya bahkan berkonsultasi dengannya tentang kontrak saya. Saya meminta pendapatnya sebelum saya ke McLaren, dan saya bertanya juga ketika saya pergi ke Sauber," lanjutnya.
"Dia tidak memberitahu saya apa yang harus saya lakukan. Dia hanya berbagi pendapatnya tentang hal-hal yang saya tanyakan kepadanya. Dia tidak harus melakukan itu, tetapi dia selalu terbuka dan membantu. Saya masih harus banyak belajar darinya,” tambahnya.
Masa depan memang masih menjadi teka-teki, terutama dengan kontrak Verstappen di Red Bull yang akan berakhir pada 2028. Namun, kehadiran Bortoleto di grid Formula 1 memberikan warna baru bagi persaingan papan atas di masa depan.
Dengan bimbingan dari salah satu pembalap terbaik sepanjang masa dan kesempatan emas di proyek ambisius Audi, Bortoleto kini berdiri di garis start dengan fondasi yang sangat kokoh untuk menjadi penantang gelar juara dunia berikutnya.