Mobilinanews (Jakarta) - Dunia Formula 1 (F1) kerap kali dipenuhi dengan persaingan sengit dan intrik politik di dalam garasi. Namun, pemandangan berbeda tersaji pada penghujung musim libur kali ini.
Max Verstappen menepati janji lama yang sempat tertunda kepada mantan rekan setimnya di Red Bull Racing, Sergio Perez. Sebuah helm balap berpindah tangan sebagai simbol persahabatan yang tetap kokoh meski keduanya kini menempuh jalan karier yang berbeda.
Melalui unggahan di media sosial pribadinya, pembalap yang akrab disapa Checo tersebut memamerkan foto dirinya bersama Verstappen. Dengan senyum lebar, Perez memegang helm pemberian sang juara dunia yang dibubuhi pesan menyentuh pada bagian visornya.
Verstappen menuliskan rasa terima kasihnya kepada Perez karena telah menjadi rekan setim sekaligus sahabat yang luar biasa selama bertahun-tahun, "Terima kasih telah menjadi rekan setim dan sahabat yang luar biasa,” terangnya.

"Saya harus memberikan salah satu helm saya kepadanya (Checo) saya sudah menjanjikan hal itu. Dia sudah memberikan salah satu helmnya kepada saya dengan pesan yang sangat menyentuh di atasnya,” ujar Verstappen, mengutip motorsport, Minggu (4/1/2026).
Momen ini menjadi penutup yang manis setelah periode penuh gejolak yang mereka lalui bersama. Sejak tahun lalu, Verstappen memang sudah berencana memberikan helmnya sebagai balasan atas gestur serupa yang dilakukan Perez sebelumnya.
Meskipun hubungan keduanya sering menjadi bahan spekulasi miring oleh media massa, Verstappen menegaskan bahwa ikatan personal di antara mereka jauh lebih kuat daripada narasi persaingan yang sering diberitakan.
Perpisahan Perez dengan Red Bull sendiri terjadi setelah musim 2024 yang cukup berat, di mana posisinya digantikan oleh talenta muda Liam Lawson. Setelah sempat menepi dalam masa "sabatikal" yang singkat sepanjang tahun 2025, gairah balap nyatanya belum padam.
Pembalap asal Meksiko ini kini bersiap membuka lembaran baru yang ambisius bersama tim pendatang baru asal Amerika Serikat (AS), Cadillac, yang akan memulai debutnya di lintasan F1 pada musim 2026.

Kembalinya Perez ke grid utama bukan sekadar untuk meramaikan kompetisi. Ia akan bertandem dengan pembalap berpengalaman lainnya, Valtteri Bottas, di bawah regulasi teknis baru yang akan diterapkan secara besar-besaran.
Dalam beberapa kesempatan, Perez mengungkapkan bahwa motivasinya untuk kembali muncul karena ia merasa masih memiliki utang pembuktian kepada dirinya dan para fans. Ia ingin mengakhiri karir balap dengan kepala tegak dan prestasi yang kompetitif.
Bagi Perez, bergabung dengan proyek Cadillac adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa performanya yang sempat menurun di tahun-tahun terakhir bersama Red Bull hanyalah masalah kecocokan lingkungan kerja.
Dengan tim baru, Checo percaya bahwa ia akan mengejutkan banyak pihak saat kembali mengaspal. Pertukaran helm dengan Verstappen ini seolah menjadi simbol restu dari sahabatnya untuk memulai perjuangan baru di bawah bendera yang berbeda.