mobilinanews (Monaco) - Etape pertama Rally Monte Carlo langsung datangkan kejutan. Hanya berlomba dalam 3 SS (Special Stage) tapi menegangkan karena lintasan aspal di pegangan Alpen diwarnai hujan, salju, kabut, dan es di beberapa lokasi.
Ketiga SS itu dimenangkan 3 driver tim Toyita Gazoo Racing, yakni Elfyn Evans, perally debutan Oliver Solberg dan joki senior Sebastien Ogier yang punya koleksi 9 gelar WRC.
Tapi, dari catatan waktu keseluruhan, Solberg menjadi pemimpin kejuaraan sementara dengan keunggulan 44,2 detik atas Evans di peringkat dua dan 1 menit 08,6 detik atas Ogier.
Cuaca dingin di tengah malam Jumat itu pun terasa hangat buat Solberg. Dua kali tampil di mobil Rally1 , juara dunia WRC2 2025 langsung mencetak 2 kemenangan. Tahun lalu ia juga turun di kelas utama Rally Estonia dan menang.
Tak hanya fans WRC yang terpana. Solberg sendiri seperti tak percaya dengan kecepatannya di SS2, 16 menit 47,3 detik. Sementara Ogier bukukan waktu 17 menit 56,5 detik.
"Ya Tuhan, itu adalah hal paling gila yang pernah saya lakukan dalam hidup saya. Awalnya kemampuan mengemudi saya sangat buruk, tetapi kemudian di atas salju saya pikir saya akan mencobanya saja," cerita Solberg soal penampilan di tengah kegelapan SS2 plus salju dan es yang bikin lintasan sangat licin.
Saat dicecar pertanyaan media, putra legenda Norwsgia Peter Solberg itu bahkan minta waktu diam sejenak.
"Saya butuh menarik nafas saat ini. Inilah biasa, awal musim yang luar biasa. Ini malam paling sulit sepanjang hidup saya. Lomba ini sangat menantang tetapi juga sangat menghibur,," katanya.
Pada sesi Jumat (23/1) ini lomba berlangsung 6 SS, dari SS4 sampai 9.
Akankah Solberg bikin kejutan lagi dengan menggulung para seniornya di TGR?
Ia tak perlu memikirkan hal itu. Seperti ia katakan, is hanya ingin bermain lepas dan menikmati seluruh tantangan yang tersaji.
Dan, tentu saja tak bisa mengabaikan Ogier meski tertinggal di atas 1 menit. Kompetisi masih panjang dan pengalaman panjangnya dengan mudah akan membuat perubahan. (r)