mobilinanews (Thailand) - Tim Aprilia tinggalkan tes pra musim di Buriram, Thailand, dengan kepala tegak. Sudah sah kalau tim Italia ini menjadi penantang terkuat skuad Italia lainnya, Ducati, di kompetisi 2026.
Dua unit RS-GP besutan Marco Bezzecchi (tim pabrikan Italia) dan AI Ogura sukses menempati 1-2 tes pra musim Buriram yang baru saja tuntas. Keduanya mencatatkan waktu 1 menit 28,668 detik dan 1:28,765 detik. Catatan Bezzecchi berarti sudah melampaui rekor best lap di Buriram yang dibuat Bsgnaia pada 2024, yakni 1:28,700.
Tiga pentolan Ducati dengan bawaan Desmosedici GP26 - Marc Marquez (Ducati), Francesco Bagnaia (Ducati) dan Alex Marquez (Gresini Ducati) - berada di peringkat 3, 4 dan 5. Catatan waktu Marquez diambil dari sesi sebelumnya karena ia kecelakaan pada sesi terakhir (kecelakaan kali ketiga dalam dua hari tes). Adiknya, Alex, juga alami kecelakaan, dan karena itu bisa saja catatan waktu mereka bisa lebih tajam jika tak kena musibah.
Tapi, ada satu parameter lain yang bisa diasumsikan kalau kecepatan dan daya tahan Aprilia memang sudah setara dengan Ducati, yakni simulasi balapan. Selain daya tahan mesin dan kinerja aerodinamika, yang tak kalah penting dalam simulasi ini adalah traksi ban dalam durasi yang panjang.
Pada katagori ini Aprilia juga menawan. Ogura dengan durasi 12 laps menjadi terbaik dengan rata-rata kecepatan 1:30,101 detik. Disusul Bagnaia (13 laps/rata-rata 1:30,276), Alex (10 laps/1:30,444).
Bezzecchi hanya terbaik kelima dengan rata-rata kecepatan 1:30,454. Tapi, ia menempuh jarak 20 laps yang durasinya sudah mendekati jumlah putaran sesi grand prix di hari Minggu setiap race weekends.
Dengan fastest lap dan simulasi itu maka tak pelak lagi Bezzecchi akan menjadi lawan yang harus diwaspadai para joki Ducati. Marquez (tak tuntas melakukan simulasi lantaran terjatuh) pun mengakui ancaman Bezzecchi.
"Tak hanya Marco, para pembalap Aprilia lainnya juga berkembang dan kuat," komentar juara dunia 2025 itu.
Mengamati perkembangan dan performa Aprilia dan Bezzecchi, maka Marquez pun mengubah prediksinya untuk musim kompetisi 2026 nanti.
Kalau sebelumnya ia menempatkan sang adinda Alex (runner up 2025 dan kini pakai motor spek pabrikan sama dengan Marquez dan Bagnaia) sebagai lawan tangguhnya dalam perebutan gelar, maka kini ia tambahkan dua nama. Yakni Bagnaia dan Bezzecchi.
Bagnaia ia sebut sudah mendapatkan kepercayaan dirinya di atas motor Desmosedici GP26. Itu penting karena kepercayaan diri itulah yang tahun lalu tidak ia dapatkan di atas GP25. Untuk Bezzecchi, tentu saja karena performa RS-GP yang berkembang pesat di Buriram.
Seri pembuka MotoGP 2026 berlangsung di GP Thailand, Sirkuit Buriram, pada 27 Februari - 1 Maret. Benarkah Bezzecchi jadi ancaman nyata buat Ducati? (r)