Mobilinanews (Jakarta) Peta persaingan ajang balap sprint rally nasional dipastikan akan semakin kompetitif dan berwarna dengan kembalinya pereli privateer berbakat Yoga M. Adrian ke lintasan balap tahun ini.
Ya, Yoga secara resmi mengkonfirmasi partisipasinya untuk berlaga di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sprint Rally mulai seri kedua hingga seri kelima, sekaligus meramaikan persaingan ketat di level Kejuaraan Daerah (Kejurda) Jawa Barat.
Langkah ini menjadi salah satu yang paling dinantikan oleh para pecinta otomotif tanah air khususnya para punggawa reli nasional, mengingat adanya perubahan signifikan pada spesifikasi kendaraan yang akan digunakan.
Transformasi besar terlihat dari kuda pacunya. Setelah sekian lama mengandalkan Toyota Yaris XP-150 sebagai tunggangan utamanya, Yoga memutuskan untuk melakukan langkah berani dengan beralih ke Volkswagen (VW) Polo MK6.
Mobil ini bukanlah proyek semalam dan bukan barang baru baginya, karena proses pengembangan dan riset mendalam telah dilakukan secara konsisten sejak tahun lalu guna mencapai performa maksimal di berbagai lintasan reli.

Di tahun ini, Yoga dengan tunggangan barunya itu akan turun bertarung di Kelas F3, sebuah kelas yang dikenal sangat kompetitif dan menuntut keseimbangan antara tenaga mesin serta kelincahan manuver.
Dalam sesi wawancara terbaru, Yoga mengungkapkan bahwa progres persiapan mobilnya kini telah mencapai tahap final dan siap untuk dipacu. bahkan telah melalui serangkaian uji coba di lintasan aspal atau tarmac.
Meski sudah menjalani uji coba, Yoga tetap bersikap realistis namun optimis. Ia mengakui bahwa dari segi tenaga murni, mobil barunya mungkin tidak terlalu kompetitif jika dibandingkan dengan beberapa rival di kelasnya.
Namun, ia menekankan bahwa keunggulan utama VW Polo MK6 terletak pada stabilitas dan kualitas pengendalian yang sangat presisi. Baginya, aspek handling yang nyaris sempurna itu menjadi modal kuat untuk tetap bersaing memperebutkan posisi terdepan di setiap seri.
"Mobil sudah siap terjun. Kami sudah melakukan uji coba di trek tarmac. Mungkin tidak terlalu kompetitif dibanding beberapa lawan, tapi saya sangat yakin bisa bersaing karena handling-nya nyaris sempurna," ucap Yoga kepada Mobilinanews.com, Kamis (26/2/2026).
Namun, perjuangan Yoga musim ini akan sedikit berbeda dari sisi kabin navigator. Sosok Elmer Rosanto yang biasa mendampinginya di kursi sebelah dipastikan akan absen pada beberapa seri ke depan.
Hal itu diklaim dikarenakan Elmer tengah fokus melanjutkan jenjang studinya di Belanda, sehingga Yoga mungkin harus melakukan adaptasi dengan rekan baru untuk menjaga sinkronisasi selama perlombaan.
Kehilangan navigator utama di tengah transisi mobil baru tentu menjadi tantangan tersendiri, namun komitmen Yoga untuk tetap tampil maksimal di Kejurnas Sprint Rally dan Kejurda Jabar 2026 tetap tidak tergoyahkan.
Melalui kombinasi antara kecanggihan sasis Eropa dan pengalaman Yoga di balik kemudi, kejuaraan reli nasional musim ini diprediksi akan menjadi babak baru yang menarik dalam karir balapnya.
Publik kini menanti sejauh mana efektivitas VW Polo MK6 dalam menaklukkan teknisnya lintasan sprint rally Indonesia. Apalagi, secara teknis, VW Polo MK6 memiliki sasis yang lebih kaku dan distribusi bobot yang seimbang dibandingkan pendahulunya.
Dalam dunia sprint rally, seringkali mobil yang "mudah dikendalikan" jauh lebih cepat daripada mobil yang "bertenaga besar namun liar." Langkah Yoga beralih ke kelas F3 dengan basis mobil Eropa ini patut dinantikan hasilnya.
Dengan handling VW Polo yang diklaim superior, Yoga diprediksi akan menjadi ancaman serius, terutama di lintasan-lintasan teknis yang membutuhkan akurasi tinggi dibandingkan sekadar kecepatan di trek lurus.