MotoGP 2026: Marc Marquez Beri Kode Pensiun Dini, Ogah Ikuti Jejak Valentino Rossi!

Rabu, 18/03/2026 13:22 WIB
bagas


Marc Marquez dengan Valentino Rossi (Foto: MotoGP)
Marc Marquez dengan Valentino Rossi (Foto: MotoGP)

Mobilinanews (Brasil) - Sang Juara Dunia, Marc Marquez dikabarkan telah mendarat di Brasil menjelang seri kedua musim balap MotoGP 2026 di Autódromo Internacional de Goiânia - Ayrton Senna, Brasil pada 20-22 Maret 2026 pekan ini.

Sebelum bertolak menuju Goiânia untuk agenda utama, pembalap asal Spanyol tersebut menyempatkan diri singgah di São Paulo guna menghadiri acara yang diselenggarakan oleh sponsor setianya, Estrella Galicia 0.0.

Dalam kesempatan tersebut, Marquez berbagi pandangan mendalam mengenai kondisi fisiknya, ambisi di lintasan baru, hingga batasan waktu yang ia tetapkan untuk karir profesionalnya.

Meskipun masih kompetitif di level tertinggi, Marquez memberikan pernyataan jujur mengenai durasi karirnya yang mulai memasuki fase krusial. Ia mengakui bahwa dirinya tengah menjalani periode yang ia sebut sebagai ‘The Last Dance’.

Berbeda dengan rival lamanya, Valentino Rossi, yang terus memacu motor hingga usia 43 tahun, Marquez menegaskan bahwa dirinya memiliki batas waktu yang jauh lebih singkat, lantaran akumulasi cedera dan serangkaian operasi besar yang mempengaruhi fisiknya.

Marquez pun mengungkapkan bahwa setiap langkah dalam kariernya kini harus dievaluasi dengan sangat teliti. Menginjak usia 33 tahun, ia menyadari bahwa tuntutan fisik di atas motor prototipe semakin berat untuk dikompensasi.

"Semuanya perlu dievaluasi, saya baru berusia 33 tahun. Saya berharap bisa memperpanjang karier selama mungkin, tetapi saya juga telah menjalani beberapa kali operasi, dan itu sulit dikelola secara harian," ujarnya dikutip Motosan, Rabu (18/3/2026).

Ia bahkan menambahkan penegasan bahwa ia tidak berencana mengikuti jejak Rossi, dengan berujar singkat namun jelas bahwa ia bahkan tidak akan mencapai usia 40 tahun di lintasan balap.

Di sisi lain, fokus jangka pendek Marquez saat ini tertuju pada proses negosiasi kontrak dengan tim pabrikan Ducati. Ia memberikan sinyal positif bahwa pembicaraan mengenai pembaruan kerja sama dengan Ducati saat ini sedang menunjukkan kemajuan yang baik. 

Sembari menunggu detail kontrak rampung, konsentrasinya terpecah pada tantangan teknis di GP Brasil. Lintasan di Goiânia merupakan sirkuit baru bagi Marquez, sehingga penyesuaian gaya balap dan pemetaan elektronik motor akan menjadi kunci utama.

Secara teknis, Marquez merasa sangat terbantu dengan keunggulan mekanis yang dimiliki Desmosedici miliknya, terutama dalam hal kecepatan puncak. Ia menjelaskan bahwa sulit untuk menetapkan target spesifik sebelum benar-benar merasakan aspal sirkuit tersebut.

"Sangat sulit untuk memberikan ekspektasi spesifik, karena pertama kami harus mengenal lintasan, melihat bagaimana kecocokannya dengan gaya berkendara kami, motor kami, dan dari sana, barulah melihat apa yang bisa kami targetkan,” jelas Marquez.

Mengenai pengembangan teknis motornya, Marquez tetap optimis terhadap arah evolusi yang diambil oleh para insinyur Ducati. Menurutnya, penilaian terhadap performa motor musim ini tidak bisa diambil secara prematur hanya dari satu seri pembuka saja.

Ia menekankan pentingnya data dari setidaknya tiga atau empat balapan berbeda untuk menentukan posisi kompetitif mereka di grid, sekaligus arah settingan pengembangan motor Ducati Desmosedici GP26  miliknya.

“Mereka berinovasi setiap tahun, dan tahun ini, kami harus terus bekerja untuk berkembang. Kita tidak bisa menghakimi sesuatu hanya berdasarkan satu balapan, kita harus menunggu tiga atau empat balapan dan kemudian melihat di mana posisi kita berada," pungkasnya.

Tag

Terpopuler

Terkini