Mobilinanews (Klaten) - Gemuruh mesin dan kepulan debu di Sirkuit Rizqy Motorsport, Klaten, Jawa Tengah, menjadi saksi bisu keperkasaan armada Ducati Desmo450 MX dalam gelaran Cleosa Series Championship 2026 Round 2.
Berlangsung sengit pada Minggu, 7 Juni 2026 kemarin, motor garuk tanah pertama dari pabrikan Italia ini sukses melakukan dominasi mutlak di kelas bergengsi MX Open International.
Meski secara kuantitas hanya mewakili 20% dari total 24 starter yang berlaga dalam kejuaraan tersebut, lima pembalap yang menunggangi Ducati berhasil mengunci lima tempat di zona enam besar hasil keseluruhan.
Atmosfer ketat langsung terasa sejak garis start Race 2 dilepas. Antusiasme tinggi tidak hanya datang dari penonton, tetapi juga dari tim balap yang secara spontan mengguyur bonus tambahan hingga Rp 11 juta bagi siapa saja yang sanggup mengamankan holeshot.

Diva Ismayana #26 dan Witsarut Salangam #154
Tantangan itu pun langsung dijawab tuntas oleh Diva Ismayana. Salah satu pembalap andalan Ducati MX Team Indonesia ini melesat bak peluru untuk menjadi rider pertama yang menaklukkan tikungan satu.
Namun, saat Diva berjuang mempertahankan posisi terdepan dari kawalan ketat pembalap asal Thailand, Witsarut Salangam, nasib sial justru menimpa M. Zidane. Pembalap No Limit Racing Team itu sempat terjatuh di tikungan pertama dan terlempar ke posisi paling buncit.
Alih-alih menyerah, Zidane justru menunjukkan mentalitas baja. Memasuki pertengahan durasi balap, ia secara impresif merangkak naik, memangkas jarak, hingga akhirnya bergabung dalam tensi tinggi perebutan takhta juara bersama Diva dan Witsarut.
Melalui pertarungan habis-habisan selama 20 menit plus dua lap, M. Zidane secara dramatis menyentuh garis finis di posisi pertama. Keberhasilan ini melengkapi podium supreme Ducati setelah Diva Ismayana dan Witsarut Salangam mengamankan podium dua dan tiga.

Hilman Maksum #24 dan Sam Larsen #74
Melengkapi pesta kemenangan pabrikan Borgo Panigale, Hilman Maksum dan kroser asal Australia, Sam Larsen, menyusul lewat aksi saling sikut yang tidak kalah menegangkan untuk finis di peringkat kelima dan keenam.
Keberhasilan kolektif ini memicu kepuasan mendalam bagi para penunggangnya. Diva Ismayana mengaku sangat menikmati atmosfer kompetisi yang semakin kompetitif dengan kehadiran rekan-rekan se-pabrikan.
“Saya senang dengan banyaknya pembalap yang menggunakan Desmo450 MX. Kompetisinya bisa lebih seru lagi. Semakin banyak Ducati di lintasan, kami bisa saling belajar, hingga meningkatkan level persaingan,” ungkapnya.
“Terbukti hari ini ada 4 pembalap Ducati yang bisa berhasil menembus top 5 podium. Kedepannya kita harus improve lagi, baik dari pembalap maupun dari setup elektronik dan kesiapan motornya,” tambah Diva, mengutip keterangannya, Selasa (9/6/2026).
Nada serupa juga dilontarkan oleh sang pemenang, M. Zidane, yang menikmati setiap jengkal gesekan di atas sirkuit tanah tersebut. "Kali ini ada lima pembalap Ducati, pertarungannya jadi lebih menyenangkan,” tuturnya.
“Ini membuktikan bahwa performa Desmo450 MX yang kami tunjukkan selama beberapa balapan terakhir mulai mendapat perhatian. Terlebih tadi tersaji tontonan seru, saya sempat ada kontak fisik dengan Diva, namun itu hal yang biasa terjadi di balapan,” sambung Zidane.

Bagi Hilman Maksum, bertambahnya rival yang menggunakan motor sejenis justru menjadi pelecut semangat yang bagus untuk mematangkan porsi latihannya untuk dapat tampil lebih kompetitif lagi, terlebih dengan spek tunggangan yang sama.
“Turut bangga dengan bertambahnya pengguna Desmo450 MX di kompetisi Nasional, saya yakin akan semakin kompetitif balapannya. Kehadiran mereka menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi saya untuk terus berkembang,” jelas Hilma.
Apresiasi tinggi juga datang dari duo pembalap asing, Witsarut Salangam dan Sam Larsen. Witsarut, yang mengaku harus terbang mendadak dari Thailand tanpa latihan bebas, merasa tertantang dengan karakter sirkuit di Indonesia yang dipenuhi batu dan kerikil.
Ia merasa sangat terbantu oleh performa motor dan dukungan tim sehingga mampu mengamankan posisi ketiga. “Terima kasih banyak atas motornya dari Ducati Indonesia dan Montevela yang mendukung saya selama di sini, dan juga Ducati Thailand,” kata Witsarut.

Sementara itu, Sam Larsen yang baru pertama kali mencicipi versi Factory Edition dari motor ini, langsung jatuh cinta meski sempat merasa suspensi depannya agak terlalu empuk untuk postur tubuhnya yang besar.
“Beralih dari brand lain ke Ducati, sejujurnya saya sangat menyukai motor ini. Paket standarnya sudah sangat bagus, yang saya gunakan saat ini adalah Factory Edition,” tutur kroser asal Neger Kangguru tersebut.
“Namun, saya suka di suspensi belakang, paket mesinnya, elektroniknya, semuanya sangat bagus. Saya jadi lebih bersemangat melakukan banyak pekerjaan untuk mengembangkan motor ini menjadi lebih baik di balapan selanjutnya," urai Sam Larsen.
Dominasi total di Klaten ini menjadi sinyal bahaya bagi para pesaing sekaligus pembuktian bahwa kombinasi tenaga mesin, manajemen elektronik, serta handling kompetitif dari Ducati Desmo450 MX siap merajai kancah motocross nasional sepanjang musim 2026.