MotoGP 2026: Perpanjang Gelar di Ducati, Marc Marquez Sebut Alasan dan Motif Ambisiusnya. Terkait 2 Pembalap Top Italia

Rabu, 24/06/2026 13:36 WIB
Rulin purba


Marc Marquez (Spanyol/Ducati). (Foto: ducati)
Marc Marquez (Spanyol/Ducati). (Foto: ducati)

mobilinanews (Italia) - Resmi sudah kolaborasi Marc Marquez dengan Ducati berlangsung hingga musim 2028. Itu yang tertulis. Masih ada yang misterius seputar klausul kontrak.

Dua topik penting itu belum dan tampaknya tidak akan dibuka oleh Ducati. Pertama adalah permintaan khusus Marquez untuk skema kontrak 1 plus 1, yakni kontrak untuk musim 2017 dan opsi perpanjangan ke 2028 jika ia masih kompetitif dan tidak memilih pensiun pada umur jelang 35 di akhir musim 2026.

Yang kedua adalah rumor dimana manajer pribadi Marquez meminta nilai kontrak lebih tinggi dari Honda saat Marquez meninggalkan pabrikan Jepang itu pada akhir musim 2023 dan pindah 'gratis' ke Gresini Ducati.

Tapi, dua hal itu adalah rahasia tim dan akan terus dirahasiakan.

Yang sama sekali bukan rahasia adalah ambisi Marquez yang tetap menggebu-gebu untuk menorehkan rekor. Katanya suatu ketika,  rekor itulah harga yang sepadan untuk setiap perjuangan kerasnya di lintasan yang dibarengi berbagai kecelakaan fatal.

Pemilik 7 gelar MotoGP ini pun menyebut masih punya tujuan ambisius dan percaya hal itu bisa terwujud bersama Ducati. Ambisi itu mendorongnya untuk perpanjangan kontrak.

"Saya memutuskan terus berkompetisi karena saya mencintai olahraga ini," kata MM93 yang sempat membuka opsi pensiun di akhir musim 2026 jika kondisi fisiknya meragukan.

Kini dengan dua kemenangan beruntun di Hungaria dan Rep.Ceko sepertinya masalah fisik tak lagi jadi soal. Saat sama potensinya tarung dan meraih gelar ke-8 pun terbuka.

"Saya ingin mencapai tujuan yang lebih ambisius. Saya yakin ini adalah tempat yang tepat untuk melakukannya. Selama saya di sini (Ducati), saya akan memberikan yang terbaik untuk mewarnai masa depan dengan warna merah (warna kebesaran Ducati)," imbuhnya lewat rilis resmi Ducati.

"Kira-kira apa tujuan ambisius yang disebut Marquez?

Mencermati karakternya sejak level yunior sampai saat ini  mudah ditebak kalau yang dimaksud adalah tambahan rekor yang kelak membuatnya pembalap paling legend atau setidaknya salah satu legendaris papan atas  balap motor dunia.

Ia telah mengunci berbagai rekor penting di grand prix balap motor dunia.Salah satunya adalah pembalap termuda menjadi juara dunia kelas primer pada 2013 dalam usia 20 tahun dan 266 hari. Tapi  itu belum cukup untuk seorang Marquez sepanjang kesempatan terbuka.

Jika Marquez memenangkan kejuaraan dunia MotoGP tahun ini, berarti itu gelar kali ke-8 di MotoGP atau kali ke-10 plus GP125 dan Moto2. Jika tahun ini gagal karena gempuran tim Aprilia maka Marquez masih punya kesempatan tahun depan dan depannya lagi.

Dengan gelar MotoGP kali ke-8 maka ia telah mewujudkan ambisi besarnya untuk melampaui nama besar Valentino Rossi yang jadi idola Marquez saat kecil (poster dan berbagai pernik VR46 menghiasi kamarnya) dan saat jumpa lintasan justru jadi musuh besarnya.

Saat ini Rossi dan Marquez sama--sama menorehkan total 9 gelar grand prix dii tiga kelas. Jika musim ini meraih gelar lagi, artinya ia sudah lampaui VR46 dan saat sama.menyamai rekor abadi Giacomo Agostini yang bertahan puluhan tahun. Pembalap Italia itu mengpleksi 15 gelar dari semua kelas dan 8 di antaranya dari kelas primer GP500 atau belakangan bernama MotoGP.

Maka dua tahun masa kontrak 2027-2028 menjadi kesempatannya melampaui rekor Agostini dalam koleksi gelar kelas primer. Entahlah, apakah Marquez merasa bisa mengejar total gelar, 15, yang dimiliki Agostini? Terlalu dini untuk berhitung saat ini.

Yang jelas bila meraih rekor 9 gelar kelas utama maka Marquez kelak menjadi pembalap teratas dengan berbagai rekor top di MotoGP dan entah kapan bisa disamakan pembalap lain.

Saat ini saja Marquez sudah.melampaui berbagai klasifikasi rekor milik Agostini.  Antara lain total kemenangan kelas primer.(101 versus 68), total podium (167 vs 159), total starts (292 vs 207), pole position dan beberapa aspek lainnya.

Dengan Rossi, ini perbandingan rekor mereka: total menang kelas utama (Marquez 101 dan Rossi 89), total podium (167 vs 199)  total starts (292 vs 372), pole (104 vs 55). Tentu ada perbedaan di era masing-masing sehingga torehan angka menjadi kasuistis. Jumlah seri balap per.musim, misalnya,  sangat jomplang zaman Agostini dan Rossi dibandingkan beberapa tahun terakhir yang di atas 20 race per musim.

Luigi Dall"Igna,  pemimpin proyek Ducati MotoGP, mengakui ambisi Marquez adalah salah satu yang dikaguminya. Ambisi itu ia kejar untuk diwujudkan dengan cara kerja keras dan sangat detil. Itu tak hanya membantu performa dirinya sebagai rider tetapi juga membantu pengembangan teknis Ducati di MotoGP.

'Sebagai insinyur, saya senang dengan etos kerjanya. Ia.menyentuh semua komponen motor dengan seksama. Ia ambisius, sama dengan Ducati," ucap Dall"Igna. (r)

 

Tag

Terpopuler

Terkini