Motor Matik Mulai Berdecit, Ini Solusi dan Perawatan yang Diperlukan

Sabtu, 15/08/2026 12:10 WIB
Wilfrid Kolo


Teknisi Bengkel AHASS melakukan perawatan terhadap motor Honda konsumen
Teknisi Bengkel AHASS melakukan perawatan terhadap motor Honda konsumen

mobilinanews (Jakarta) - Suara gredek motor mulai berjalan atau berdecit ketika berakselerasi kerap membuat pengguna motor matik merasa khawatir. 

Meski terdengar sepele, kondisi tersebut tidak boleh diabaikan karena bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem Continuously Variable Transmission (CVT).

Dalam kondisi seperti itu, bila tidak segera ditangani, performa kendaraan dapat menurun hingga memicu kerusakan komponen lain yang lebih serius.

CVT merupakan sistem transmisi otomatis, mengatur rasio putaran mesin sehingga akselerasi terasa lebih responsif dan nyaman tanpa perpindahan gigi.

Agar sistem tersebut tetap optimal, setiap komponen di dalam CVT membutuhkan pemeriksaan dan perawatan secara berkala sesuai rekomendasi pabrikan.

Melalui edukasi ini, Main Dealer sepeda motor Honda area Jakarta - Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS), mengajak masyarakat untuk lebih memahami penyebab munculnya bunyi gredek maupun berdecit pada CVT.

Edukasi ini juga menjadi bagian dari komitmen Honda dalam meningkatkan pengetahuan konsumen mengenai pentingnya menjaga kondisi sepeda motor agar selalu prima. 

Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi mengatakan, saat motor mulai berjalan, kampas ganda akan menempel pada mangkok kopling untuk meneruskan tenaga dari mesin ke roda belakang. 

“Ketika permukaan kampas atau mangkok sudah kotor, licin, atau mengalami keausan, proses gesekannya menjadi tidak sempurna sehingga muncul getaran yang dirasakan pengendara sebagai bunyi gredek. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya kenyamanan berkendara yang terganggu, tetapi juga dapat mempercepat keausan komponen CVT lainnya,” jelas Training Wahyu Budhi.

Beberapa penyebab yang paling sering memicu munculnya bunyi gredek maupun berdecit pada sistem CVT antara lain:

  • ⁠ ⁠Penumpukan Debu: Sisa gesekan komponen menghasilkan debu yang menempel pada mangkok kopling maupun kampas ganda sehingga mengurangi daya cengkeram saat bekerja.
  • ⁠ ⁠Mangkok Kopling Licin: Permukaan mangkok menjadi mengilap (glazing) akibat panas berlebih sehingga gesekan dengan kampas ganda tidak lagi optimal.
  • ⁠ ⁠Kampas Ganda Aus: Gesekan yang terjadi terus-menerus membuat permukaan kampas menipis atau terbakar sehingga kemampuan mencengkeram menurun.
  • ⁠ ⁠V-Belt Kering atau Getas: V-belt yang mulai aus, kering, getas, atau licin dapat memunculkan bunyi berdecit sekaligus mengurangi efisiensi penyaluran tenaga mesin.

Untuk menjaga kondisi CVT tetap prima, konsumen dapat melakukan beberapa langkah berikut:

  • ⁠ ⁠Servis dan Pembersihan Rutin: Lakukan pembongkaran serta pembersihan area CVT dari debu dan kotoran setiap menempuh jarak sekitar 2.000–5.000 kilometer, atau menyesuaikan kondisi penggunaan kendaraan.
  • ⁠ ⁠Penggantian Komponen: Segera ganti kampas ganda maupun V-belt yang sudah aus, getas, atau mengalami kerusakan agar sistem transmisi kembali bekerja secara optimal.

Perawatan CVT sebaiknya dilakukan di bengkel resmi agar setiap proses pemeriksaan dilakukan sesuai standar Honda. Dengan demikian, kondisi setiap komponen dapat dianalisis secara menyeluruh sehingga potensi kerusakan dapat ditangani sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

“Banyak konsumen baru datang ke bengkel setelah muncul bunyi gredek. Padahal apabila pemeriksaan dilakukan secara berkala, kondisi komponen CVT dapat diketahui lebih awal. Perawatan rutin tidak hanya menjaga performa motor, tetapi juga membuat biaya perawatan menjadi lebih ekonomis karena kerusakan dapat dicegah sejak dini,” tambah Head of TSD PT Wahana Makmur Sejati, Benedictus F. Maharanto.

Tag

Terpopuler

Terkini