F1 2026 Italia: Keputusan Darurat Red Bull di Monza Buat Nasib Isack Hadjar Makin Terancam?

Jum'at, 04/09/2026 11:50 WIB
bagas


Liam Lawson (depan) dan Arvid Linbald (belakang) - (Foto: Red Bull)
Liam Lawson (depan) dan Arvid Linbald (belakang) - (Foto: Red Bull)

Mobilinanews (Monza) - Dua tim balap di bawah naungan Red Bull resmi mempertahankan komposisi pembalap untuk ajang Formula 1 GP Italia 2026 di Sirkuit Monza. Keputusan strategis ini diambil demi menjaga stabilitas performa tim di lintasan.

Kepastian tersebut dikonfirmasi setelah pembalap utama Isack Hadjar dinyatakan belum cukup fit pasca cederanya. Tim tidak ingin mengambil risiko fisik terlalu dini di sirkuit dengan karakter pengereman sangat ekstrem.

Red Bull Racing kembali memercayakan kemudi mobil balap RB22 kepada Liam Lawson untuk mendampingi Max Verstappen. Sementara itu, Yuki Tsunoda dipercaya memperkuat Racing Bulls bersama dengan pembalap rookie Arvid Lindblad.

Pengumuman resmi pada tanggal 2 September 2026 menegaskan bahwa proses pemulihan pergelangan tangan Hadjar masih berlanjut. Driver asal Prancis tersebut terpaksa harus absen kembali dan fokus penuh pada rehabilitasi.

Padahal, susunan awal Red Bull Racing untuk musim 2026 memplot Verstappen dan Hadjar sebagai duet utama. Hadjar mendapat promosi atas performa luar biasa serta konsistensi impresifnya bersama Racing Bulls sepanjang 2025.

Di sisi lain, skuat Racing Bulls memulai musim balap 2026 dengan duet Lawson dan Lindblad. Lawson mempertahankan posisinya berkat kematangan berkendara, sedangkan Lindblad menjalani musim perdana di ajang jet darat utama.

Akan tetapi, cedera mendadak Hadjar menjelang paruh kedua musim memaksa manajemen merombak formasi. Absennya Hadjar di Zandvoort menjadi pemicu rotasi darurat yang melibatkan Lawson serta driver penguji Yuki Tsunoda.

Langkah darurat tersebut terbukti efektif dan langsung memberikan hasil positif pada GP Belanda. Lawson tampil memukau dengan finis ketujuh, sekaligus menyumbang enam poin krusial bagi kantong poin Red Bull Racing.

Hasil manis di Zandvoort membuat kesempatan kedua Lawson di Monza menjadi sorotan amat menarik. Pembalap asal Selandia Baru tersebut dinilai makin matang dan sanggup beradaptasi cepat dengan karakteristik mobil RB22.

Bagi Tsunoda, berlaga di Monza menjadi momen berharga untuk membuktikan kapasitas terbaiknya. Finis ke-11 di Belanda membuktikan daya saingnya, sekaligus memberi bimbingan berharga bagi Lindblad di garasi Racing Bulls.

Sirkuit Monza yang dijuluki Temple of Speed menuntut fisik prima serta pengereman ekstra keras. Karakteristik teknis ini menjadi alasan utama Red Bull untuk tidak terburu-buru menurunkan Hadjar yang belum pulih total.

Max Verstappen menyambut GP Italia dengan motivasi bangkit setelah hasil gagal finis di Zandvoort. Bersama Lawson, sang juara dunia bertekad merebut podium tertinggi dan mengamankan poin penuh di trek legendaris ini.

Sinergi Tsunoda dan Lindblad di Racing Bulls juga diharapkan mampu mencuri poin penting. Pengalaman Tsunoda menjadi tolok ukur berharga bagi Lindblad dalam menaklukkan tingginya kecepatan sudut-sudut krusial Monza.

Dinamika skuat Red Bull dipastikan bakal terus menyedot perhatian seluruh penggemar Formula 1. Publik kini menanti kiprah Lawson di Monza, sembari menunggu pulihnya Hadjar untuk kembali merebut kursi utama RB22 miliknya.

Tag

Terpopuler

Terkini