Jensen Interceptor Bangkit Kembali Menjadi Monster Sirkuit GTX

Jum'at, 04/09/2026 23:09 WIB
bagas


Jensen Interceptor GTX (Foto: Jensen International)
Jensen Interceptor GTX (Foto: Jensen International)

Mobilinanews (Inggris) - Nama legendaris Jensen Interceptor resmi bangkit dari tidur panjangnya, namun dengan wujud yang jauh berbeda dari memori masa lalu. Pabrikan asal Inggris ini meluncurkan monster baru yang dirancang khusus melibas lintasan balap.

Proyek bernama Interceptor GTX ini bukanlah sekadar proyek restomod biasa dari mobil klasik era 60-an. Ini adalah sebuah prototipe balap murni yang diciptakan khusus untuk menguji rekayasa teknologi mobil jalan raya masa depan.

Desain eksteriornya tampil sangat agresif dengan aerodinamika modern yang futuristik. Jensen mengonfirmasi bahwa sekitar 80% bentuk dari bodi prototipe sirkuit ini akan dipertahankan pada lini produksi massal mendatang.

Sektor dapur pacu mempertahankan resep klasik yang sangat bertenaga. Di balik kap depannya, tertanam mesin V8 berkapasitas 6,8 liter yang mengalirkan seluruh potensi tenaga fantastisnya secara eksklusif ke roda bagian belakang.

Mesin berbasis GM ini diracik ulang oleh Late Model Engines asal Texas. Dipadukan supercharger 2,65 liter, jantung pacu ini mampu memuntahkan tenaga hingga 973 PS serta potensi maksimal yang tembus melebihi angka 1.217 PS.

Torsi puncaknya sangat membahana, mencatatkan angka fantastis mencapai 1.491 Nm. Seluruh daya raksasa tersebut disalurkan secara presisi menggunakan driveshaft berbahan serat karbon yang sangat ringan namun berdaya tahan tinggi.

Sistem transmisi mengandalkan giroskop sekuensial 6-percepatan di bagian belakang. Pengemudi dapat memindahkan gigi melalui tuas manual ataupun paddle shift di balik kemudi untuk sensasi berkendara yang sangat responsif.

Menariknya, Jensen berjanji bahwa versi jalan raya mendatang akan lebih ramah pengemudi. Pilihan transmisi otomatis konvensional hingga manual enam percepatan murni siap dihadirkan untuk memanjakan para pecinta nostalgia.

Sasis aluminium canggih menjadi penopang utama dari bodi aluminium buatan tangan ini. Sistem suspensi double-wishbone yang dipadu peredam Nitron tiga arah memastikan kestabilan optimal saat mobil melaju pada kecepatan tinggi.

Jensen tetap mempertahankan sistem hydraulic power steering pada mobil ini. Pabrikan percaya bahwa kendali fisik memberikan umpan balik jalanan yang jauh lebih nyata dibanding sekadar simulasi kemudi gim konsol modern.

Sayap belakang karbon berukuran raksasa langsung mencuri perhatian siapa saja. Aerodinamika ini sedikit menutupi ciri khas kaca belakang melengkung ikonik sang pendahulu, demi mengejar performa teknis di atas lintasan balap.

Kombinasi splitter depan, lantai rata, serta diffuser belakang bekerja sangat optimal. Komponen aerodinamika canggih ini sanggup menghasilkan gaya tekan ke bawah atau downforce ekstra hingga melebihi bobot 350 kg.

Masuk ke dalam kabin, nuansa balap murni langsung terasa sangat kental. Mobil ini dibekali sepasang kursi balap bahan karbon, sabuk pengaman enam titik, roll cage pengaman, serta layar instrumen digital khusus dari MoTeC.

Jensen secara sengaja membuang semua layar hiburan yang dianggap tidak perlu. Pabrikan asal Inggris tersebut ingin pengemudi fokus sepenuhnya pada raungan mesin V8 dan dinamika berkendara murni di dalam sirkuit balap.

Langkah meluncurkan varian GTX ini hanyalah awal dari rencana besar pabrikan. Jensen sedang menyiapkan versi jalan raya berlabel GTR, disusul varian GT mewah yang siap menantang dominasi mobil-mobil sport dari Aston Martin.

David Duerden selaku Managing Director mengonfirmasi rencana masa depan. Model jalan raya nantinya akan dibekali opsi 4-kursi hingga 4-pintu, membawa kebangkitan Jensen ke era modern yang jauh lebih relevan.

Tag

Terpopuler

Terkini