Mobilinanews (China) - Chery Jaguar Land Rover resmi menancapkan taringnya lewat Freelander 8 yang sukses memecahkan Guinness World Record di Tibet pada peluncuran September lalu. Dimana, SUV tangguh ini mendaki hingga ketinggian 6.002,33 meter.
Capaian spektakuler tersebut secara resmi menggeser rekor kendaraan hibrida sebelumnya yang dipegang oleh BYD Fang Cheng Bao Bao 5 pada Juli 2024. Freelander 8 unggul tipis dengan selisih ketinggian sejauh 22,28 meter di medan ekstrem.
Pendakian sengit ini mencakup lintasan sepanjang 1.480 meter dengan kenaikan vertikal mencapai 200 meter. Jalur yang dilalui sangat berat, didominasi oleh batuan serpih tak beraspal serta reruntuhan batu kerikil yang sangat licin.
Pada titik 6.000 meter di atas permukaan laut, tekanan udara merosot tajam hingga 47,2 kPa. Kondisi atmosfer yang amat tipis ini membuat tekanan parsial oksigen menyusut drastis hingga kurang dari separuh kondisi normal di pesisir.

Meski kekurangan oksigen, mesin generator 1,5 liter 4-silinder turbocharger milik Freelander 8 mampu mempertahankan 80%kapasitas daya listriknya. Sistem pengemban tenaga ini tetap bekerja optimal menyuplai daya baterai.
Performa impresif di udara tipis tersebut diraih berkat peranan turbocharger canggih. Komponen ini secara aktif mengkompensasi rendahnya tekanan udara melalui rasio kompresi tinggi agar asupan udara ke ruang bakar tetap tercukupi.
Mobil listrik berteknologi EREV ini mengusung sistem penggerak semua roda dua motor dengan total output 610 kW atau 818 tenaga kuda. Motor depan menyumbang daya 360 kW, sedangkan motor belakang menyemburkan tenaga sebesar 250 kW.
Unit penggerak roda belakang dibekali transmisi reduksi dua percepatan yang sangat krusial. Pada gigi pertama, rasio multiplikasi torsi 1,5 banding 1 mampu melejitkan torsi puncak hingga setara 8.000 Nm langsung pada area roda.
Gigi rendah ini berfungsi layaknya sistem low-range untuk menaklukkan tanjakan curam secara perlahan. Fitur ini efektif menekan beban arus listrik dan suhu panas motor saat kendaraan berakselerasi di medan yang sangat ekstrem.
Manajemen suhu menjadi sangat krusial mengingat udara tipis di pegunungan mengurangi efektivitas pendinginan radiator. Kehadiran transmisi dua percepatan membantu menghasilkan torsi raksasa tanpa membebani kerja motor listrik.

Berbeda dari BYD Bao 5 yang mengusung sasis tangga sasis terpisah, Freelander 8 menggunakan konstruksi unibody modern berbobot 2,98 ton. Kendaraan berdimensi panjang 5.118 mm ini ditopang suspensi udara dan kontrol peredaman CDC.
Chery-JLR mengonfirmasi bahwa struktur sasis SUV ini tidak mengalami kerusakan sedikit pun pasca-pendakian. Kendati demikian, pihak pabrikan belum merilis detail data inspeksi menyeluruh maupun jenis ban yang digunakan saat tes.
Dapur pacu Freelander 8 ditenagai baterai CATL Freevoy NMC 60,33 kWh berarsitektur 800V. Sektor keselamatan diperkuat sistem pembantu pengemudi cerdas Huawei Qiankun ADS 5 yang terintegrasi sensor LiDAR pada bagian atap mobil.
Dirakit di Changshu, SUV ini dibanderol mulai 289.900 hingga 379.900 yuan (Rp 637,8 juta - Rp 835,8 juta atau 41.000 - 53.700 USD). Harga kompetitif ini menempatkannya bersaing ketat dengan rival Li Auto L8 serta Huawei Aito M8.