mobilinanews (Meksiko) - Benar-benar tenang. Begitulah penampilan Kimi Antonelli saat berlomba menuju gelar juara dunia. Juga tenang saat ia sukses meraih trofi bergengsi tanpa selebrasi gemerlap.
Kimi start kelima dan hanya finish ke-3 pada raceday GP Meksiko, Minggu (1/11) siang waktu lokal atau Senin (2/11) subuh WIB. Ia seolah dituntun dua pemegang gelar F1, Max Verstappen (Red Bull) dan Lewis Hamilton (Ferrari) sebagai juara dan runner-up .
Keduanya memang memimpin balapan sejak awal. Dan, Kimi tak tertarik dan tak perlu fight melawan mereka karena finish di belakang Hamilton pun sudah cukup meraih gelar 2026. Ia memilih menonton dan pelajari aksi dua driver senior itu dari jarak dekat untuk kepentingan jangka panjang.
Ia semakin tenang tanpa ancaman karena Charles Leclerc (Ferrari) dan Lando Norris (McLaren) lebih sibuk berebut P4 di belakang mobilnya.
Pembalap belia Italia itu baru dua tahun tampil penuh di F1 dan sukses meraih gelar dunia pada usia 20 tahun 68 hari. Jauh lebih muda dari pendahulunya saat meraih gelar perdana .
Ia memutuskan rekor milik Sebastian Vettel yang dicetak pada 2010 dalam usia 23 tahun 133 hari. Sementara Hamilton meraihnya pada usia 23 tahun dan 300 hari, Fernando Alonso (24 tahun dan 57), dan Verstappen berusia 24 tahun 73 hari saat mengalahkan Hamilton dalam perebutan gelar 2021 yang kontroversial.
Ini juga gelar lanjutan buat bangsa Italia sejak Alberto Ascari pada tahun 1953.
Hamilton dan Verstappen pun kompak menunjukkan rasa senang mereka kepada Antonelli dengan berbagai pujian dan harapan di masa depan. Puncaknya yang terkesan istimewa adalah saat ketiganya berada di podium dimana semuanya adalah para juara dunia dengan merepresentasikan total 12 gelar dunia. Yakni, Hamilton 7 gelar, Verstappen 4 dan baru saja Kimi dapat 1. Dua driver topnitu pun sudi membopong tubuh Kimi di panggung. Menjadikannya dokumentasi foto bersejarah di mana 3 peraih gelar F1 tampil dalam satu podium.
"Ini adalah hari yang akan saya ingat selamanya," kata Antonelli yang di masa kecilnya adalah fans berat Ferrari dan bercita-cita jadi pembalap Ferrari, namun lebih dulu dibidik dan diciduk bos mercedes Toto Wolff untuk dibina dan dimatangkan.
"Sejak awal mobil kami kuat dan konsisten. Saya lega kini sudah tuntas dan nyata hasilnya. Selanjutnya saya hanya akan menikmati balap selanjutnya," imbuhnya menanti seri berikutnya di Brasil, Las Vegas, Qatar dan Abu Dhabi.
Ya, Kimi kini bisa balapan dengan semakin tenang sembari mengamati duel-duel keras Hamilton, Verstappen, Leclerc dan Norris ysng sama-sama bakal saling sikut berebut posisi runner-up kejuaraan di akhir musim nanti. (*)