motorinanews – Pasar sepeda motor di Indonesia telah kedatangan pemain baru pada bulan Januari 2016, Royal Enfield. Baca Royal Enfield Buat Gaya Hidup Biker di Jakarta Lebih Terjangkau dan Harga Motor Royal Enfield Mulai Rp 54 Juta Off The Road.
Nah, dengan harga relatif lebih terjangkau, para penggemar motor retro classic kini punya pilihan lebih variatif. Pasalnya pun relatif terjangkau, mulai Rp 54 juta dalam kondisi off the road atau perlu biaya tambahan sekitar 10-15% untuk membawanya legal di jalan raya.
Sebelum bergegas menuju gerai eksklusif pertama di jalan Pejaten Barat No.5, Jakarta Selatan, ada baiknya tahu sejarah merek motor legendari asal Inggris dengan rasa India saat ini.
Tahun 1891
R.W. Smith dan Albert Eadie mengambil alih Townsend Cycle Company di Redditch, Inggris. Keduanya kemudian membuat komponen mesin di bawah bendera Enfield Manufacturing Company Limited.
Tahun 1893
Enfield Manufacturing Company Limited menjelma menjadi Royal Enfield.
Tahun 1898
R.W. Smith mendesain prototipe sepeda motor dengan empat roda.
Tahun 1900
Royal Enfield masuk ke dunia motorsport.
Tahun 1901
Motor pertama Royal Enfield pertama kali diproduksi.
Tahun 1909
Mesin v-twin pertama diperkenalkan bekerjasama dengan perusahaan asal Swiss, Motosacoche.
Tahun 1914
Motor dua tak Royal Enfield diproduksi secara penuh dan digunakan untuk kebutuhan Perang Dunia 1 oleh tentara Inggris Raya, sekaligus menjadi mesin motor terbesar dari merek tersebut, 770cc.
Tahun 1928
Royal Enfield mengadopsi jok tank yang rata.
Tahun 1932
Motor legendari Bullet pertama kali diperkenalkan di London dengan tiga pilihan mesin yaitu 250cc, 350cc dan 500c.
Tahun 1933
Salah satu pendirinya Albert Eadie meninggal dunia.
Tahun 1935
Pembalap Cecil Barrow terjun ke kejuaraan Isle of Man TT mengendarai Bullet 500cc dan berhasil finish kedelapn dengan kecepatan rata-rata 118,4 km/jam.
Tahun 1939
Produksi motor Royal Enfield ditingkatkan untuk kebutuhan armada Perang Dunia 2, dimana yang paling legendaris adalah 125cc Airborne atau juga dikenal dengan nama Flying Flea.
Tahun 1949
Generasi Bullet 350cc dan 500cc diperkenalkan di Inggris.
Tahun 1955
Madras Motors India, perusahaan rekanan mendirikan Enfield India serta membangun pabrik produksi di Tiruvottiyur.
Tahun 1956
Pabrik di Tiruvottiyur mulai memproduksi Bullet. Awalnya mesin diimpor dari Inggris, sebelum diproduksi sendiri di India. Sebanyak 163 unit Bullet diproduksi pada tahun itu.
Tahun 1964
Ikon café racer Continental GT diperkenalkan.
Tahun 1967
Dengan hanya mengandalkan dua produk Continental GT 250cc dan Interceptor 736cc, fasilitas produksi Royal Enfield di Redditch ditutup. Produksi Interceptor dilanjutkan di fasilitas tertutup di Bradford.
Tahun 1970
Enfield Cycle Company tutup di Inggris, namun produksi pabrik di Inggris tetap berjalan seperti biasa.
Tahun 1977
Royal Enfield India mulai mengekspor Bullet 350cc ke Inggris dan Eropa.
Tahun 1989
Bullet dengan mesin baru 500cc 24 bhp diperkenalkan.
Tahun 1993
Enfield India memproduksi motor diesel pertama di dunia dengan nama Enfield Diesel 325cc.
Tahun 2005
Royal Enfield merayakan ulang tahun ke-50 di India.
Tahun 2008
Royal Enfield mulai mengekspor tipe Classic, motor 500cc fuel injection pertama di India.
Tahun 2016
Tentu saja mulai beroperasi resmi di Indonesia di bawah bendera distributor PT Distributor Motor Indonesia jalan Pejaten Barat No. 5, Jakarta Selatan.
Mampir yuk, Bro Sis... (sumber foto: Royal Enfield Indonesia)