Pengendara Motor di Bawah Umur & Tingkat Pendidikan Orang Tua

Jum'at, 08/01/2016 05:33 WIB
redaksi


motorinanews – Fenomena semakin banyaknya anak di bawah umur mengendarai sepeda motor telah mengundang keprihatinan banyak pihak. Salah satunya sis Titiek Sri Giasty dari komunitas motor Honda Tiger Mailing List (HTML) simpul wilayah Malang, Jawa Timur.

“Jangan merasa bangga kalau anaknya yang masih di bawah umur sudah bisa mengendarai motor. Jangan sampai menyesal di kemudian hari kalau terjadi sesuatu dengan mereka. Kamulah yang pertama kali yang patut disalahkan,” ungkap ibu dari dua putra ini, Kamis 7 Januari 2016, di akun Facebook miliknya.

Mirisnya, penjualan sepeda motor kini tidak lagi hanya ada di dealer – dealer resmi, melainkan sudah memasuki wilayah perkampungan. Berdasarkan observasi kecil-kecilan motorinanews jelang tutup tahun 2015 di wilayah perbatasan Depok dan kabupaten Bogor, jumlah penjual motor baru di ruko kecil ataupun perumahan warga semakin bertambah.

Dengan iming-iming, DP murah antara Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu, sepeda motor sudah bisa berpindah tangan.

Jika pemerintah tidak memiliki upaya regulasi mengenai hal ini, nampaknya semakin banyak orang tua yang akan membelikan anaknya sepeda motor. Indikasi ini terlihat dari latar belakang pendidikan angkatan kerja dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2015, disebutkan jika 47,1% dari angkatan pekerja di Indonesia adalah lulusan Sekolah Dasar.

Dengan fakta latar belakang intelegensi yang rendah, sangat mudah bagi para orang tua dari kalangan tersebut yang merasa gagah saat anak kesayangannya menggunakan sepeda motor. Sebuah keputusan fatal, hingga tragedi yang tidak diharapkan datang...

Baca juga Sepeda Motor Hadiah Paling Mematikan Untuk Anak dan Masyarakat Ekonomi Asean & Keinginan Beli Motor Baru.

Tag

Terpopuler

Terkini