Kaleidoskop 2015 & Prediksi Industri Sepeda Motor Tahun 2016

Rabu, 30/12/2015 06:58 WIB
redaksi


Faktor safety dapat menjadi faktor penting pelaku industri roda dua untuk menarik minat beli konsume
Faktor safety dapat menjadi faktor penting pelaku industri roda dua untuk menarik minat beli konsume

motorinanews (Jakarta) – Tahun 2016, kondisi pertumbuhan ekonomi di Indonesia diprediksi masih bergejolak. Salah satu faktor utama karena kondisi ekonomi China yang masih dapat mengalami pelemahan dan mendorong penurunan nilai yuan, hal yang bisa berimbas negatif pada rupiah. Faktor lain adalah potensi keluarnya aliran modal dari Indonesia ke negara lain.

Di pertengahan tahun 2015, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo sudah berani mengeluarkan prediksi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2016 belum lewat dari 6 persen. Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2016 di angka 5,3%.

Potensi gejojak pertumbuhan ekonomi juga dapat dipengaruhi harga komuditas andalan yang diperkirakan masih dapat turun tahun depan.

Situasi ekonomi yang kurang kondusif ini sebenarnya telah dirasakan industri sepeda motor di Indonesia sejak awal tahun 2015, dimana revisi target penjualan sudah beberapa kali terjadi. Jika di awal tahun 2015, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencanangkan target penjualan 7,7 juta unit, di bulan Maret 2015 target penjualan direvisi menjadi 6,7 juta unit.

Pada September 2015, AISI kembali merevisi target penjualan di angka 6,3 juta hingga 6,5 juta unit. Kebijakan Bank Indonesia yang mengubah kebijakan uang muka 25% menjadi 20% ternyata tidak cukup efektif merangsang minat beli konsumen.

Pada kuartal pertama 2015, tiga produsen asal Jepang yaitu Honda, Yamaha dan Suzuki mengalami penurunan angka penjualan yang cukup signifikan dibanding periode yang sama tahun 2014. Honda menjual 1,09 juta unit dibanding sebelumnya 1,25 juta unit. Yamaha turun jadi 464.469 unit dibanding periode yang sama sebelumnya 617.331 unit. Suzuki yang mengalami kemerosotan terparah di atas 50% dari 83.074 unit tinggal menjadi 36.086 unit.

Minat Konsumen pada bebek sport 150cc semakin menurun dan jumlah pemain bertambah. Suzuki Satria FU150, Yamaha MX-King dan Honda Sonic 150R.

“Semestinya Suzuki tidak sibuk hanya fokus pada Satria FU, dimana trend market di pasar bebek sport 150cc cenderung terus menurun dan menyempit. Sebagai perbandingan berdasarkan data AISI pada semester 1 2014, pasar motor bebek sport di angka 212.321 unit. Pada periode yang sama tinggal separuhnya 114.100 unit. Itupun kalah dari penjualan Yamaha Jupiter MX. Di semester kedua 2015, ceruk yang semakin kecil kedatangan pemain baru dari Honda yaitu Sonic 150R,” kata Paulus S Firmanto, Pengamat industri sepeda motor di Indonesia yang juga mantan Direktur Roda Dua di APM Suzuki Indonesia dan General Manager di APM Yamaha Indonesia.

“Pasar bebek sport sudah tidak bisa diandalkan jadi volume maker. Lihat saja Yamaha Jupiter MX walaupun sudah hampir mengalami perombakan total, penjualan tetap lamban. Untuk itu, Suzuki harus bisa segera main di volume dan tidak bisa cuma bermain di model-model yang sempit, kalau tidak mau jalur distribusinya porak poranda dan jaringan dealer akan lebih memilih menutup bisnisnya, karena omzetnya sudah tidak tertolong.”

Menurut Paulus, untuk memenangkan kompetisi market sepeda motor tahun 2016 adalah safety. "Produsen sepeda motor yang bisa memberikan faktor stimulan safety yang lebih tinggi, baik dari segi produk ataupun bentuk layanan lain bisa menguasai market dan pilihan hati konsumen. Jalur distribusi juga harus dirombak kalau mau bertahan. Salah satunya dengan memanfaatkan potensi penjualan online. Intinya APM harus berani membuat terobosan-terobosan baru di sistem distribusi," pungkas Paulus.

Bagaimana menurut pendapat Anda, Bro Sis...

Tag

Terpopuler

Terkini