motorinanews (Jakarta) – Pada seri kedua kejurnas superstock 600 & supersport yang berlangsung di sirkuit Sentul, Sabtu (8/8) dan Minggu (9/8) lalu, motorinanews berkesempatan bertemu dengan salah satu pebalap motor harapan Indonesia di masa depan, Gerry Salim.
Pebalap kelahiran Surabaya 19 April 1997 (18 tahun) ini merupakan satu dari perwakilan Indonesia (bersama Andi Farid Izdihar) berlaga di kejuaraan balap Asia Talent Cup. Hingga seri ketiga (dan enam race) Gerry Salim berhasil menduduki posisi keenam klasemen sementara dengan nilai 58 (klik di sini untuk lihat posisi klasemen Shell Advance Asia Talent Cup 2015).
Berikut petikan wawancara motorinanews dengan Gerry Salim yang membela tim Astra Motor Racing Team pada kejuaraan nasional tersebut...
motorinanews (m) : Bagaimana kondisi balapan seri kedua kejurnas superstock 600 & supersport menurut Gerry?
Gerry Salim (GS) : Pada race pertama banyak yang crash, termasuk rekan saya Andi Gilang (sapaan akrab Andi Farid Izdihar), karena tampil agak maksa di lap awal. Saya sendiri cukup beruntung, karena bisa naik podium (posisi 3, lihat hasilnya di sini).
Pada seri kedua, justru Gerry yang sempat slip pada dua lap terakhir. Namun dibanding seri pertama, hasil kali ini lebih baik, karena baru pada tahun 2015 ini Gerry dipercaya naik ke 600cc jadi pengalamannya masih kurang.
m : Apakah pada seri terakhir kejurnas superstock 600 & supersport, Gerry akan kembali turun membela tim Astra Motor Racing Team?
GS : Di seri berikutnya belum tentu ikut, karena bentrok dengan jadwal di event Shell Advance Asia Talent Cup (11 Oktober di sirkuit Twin Ring Motegi).
m : Bagaimana persiapan menghadapi 3 seri dan 6 race tersisa di ajang Shell Advance Asia Talent Cup 2015 sendiri?
GS : Gerry akan coba push untuk bisa naik podium pada 3 seri tersisa, karena kejuaraan ini memiliki jenjang yang sangat bagus.
Peta persaingan sendiri sangat ketat, khususnya dengan pebalap dari Jepang, Thailand dan Malaysia. Selain kompetitif, mereka juga memiliki perwakilan yang lebih banyak dari Indonesia. Jadi Gerry dan Andi Gilang harus pintar-pintar atur strategi, supaya bisa maju ke depan bareng.
Ok, Gerry. Semoga sukses dengan harapan dan cita-citanya...