Classicer-Modernista : Buah Pertemanan Konsumen Dan Builder

Jum'at, 12/08/2016 22:10 WIB
redaksi


motorinanews - Begini jadinya jika biker gila modifikasi akrab dengan builder. Ketika Ari Suprianto bosan dengan KLX150 pelanggannya yang ngejogrok di bengkelnya, builder ProTechnic itu malah menjual motor Kawasaki si pelanggan. "Uang hasil jual KLX-nya Pak Haji Topik, saya minta lagi. Saya bilang buat beli motor dan dimodif," kekeh Ari membuka kisah awal pembangunan Scorpio keluaran 2008 yang majang itu.

Awalnya, belum ada bayangan motor Yamaha bermesin 225cc 4-Tak itu akan jadi apa. Pemilik dana pun menyerahkan imajinasi Ari dalam memodifikasi. "Sedatangnya ilham saja. Lihat-lihat contoh, lalu dikembangkan sesuai selera saya," jujur pria kelahiran 1975 itu.

Hasilnya adalah perpaduan aliran klasik dan modern. Gaya klasik terlihat dari sasis yang jadi low rider-rigid. Kerangka yang terpapar tanpa penutup bodi mempertegas aliran classicer.

Aroma modernista langsung terlihat dari pemilihan kulit sasis ala sepeda yang mengaplikasi sistem sambungan slop. Ya, cat carbon-look jelas mencirikan sentuhan motor modern.

Penggunaan sokbreker upside-down dan teromol kuda pacu garuk tanah Honda CRF125 yang mengaplikasi rem cakram depan-belakang juga sangat modern. "Biar klasik, sisi kenyamanan dan keamaman berkendara, selalu saya perhatikan," tegas pria yang sudah 6 tahun menikah itu.

Perpaduan dua alam juga merasuk pada olahan Ari. Kemudi setang baplang ala motocross langsung seirama tangki tear-drop dan sadel springer. Tapak kaki dipilih ban diameter besar 21 inci berprofil kurus 90/90 dari Maxxis. "Membantu kenyamanan saat dinaiki di jalan yang kurang mulus, nantinya," jelas Ari.

Hasilnya, layak diacungi jempol. Tangki bensin dan sepatbor berbahan aluminium yang jadi spesialisasi bengkel ProTechnic sengaja polos. Silakan dipandangi olahan Ari. Kalau minat, monggo sambangi lapaknya di Jl. Pahlawan, No. 80, Rempoa, Tangerang Selatan - Banten. (Teks : Aries Susanto; Foto : ASK)

Tag

Terpopuler

Terkini