F1 China 2017 : Jumat Kelabu, Sesi Sabtu dan Minggu Tak Menentu

Jum'at, 07/04/2017 18:24 WIB |
Para pejabat F1 melakukan inspeksi ke sirkuit Shanghai, China terkait hujan lebat yang mengganggu sesi free practice. (foto : F1)
Para pejabat F1 melakukan inspeksi ke sirkuit Shanghai, China terkait hujan lebat yang mengganggu sesi free practice. (foto : F1)

mobilinanews  (Shanghai) – Dua sesi Free Practice GP China, Jumat (7/4), berantakan akibat cuaca buruk, hujan lebat plus kabut tebal. Hanya 20 menit waktu latihan yang bisa digunakan dari total seharusnya 180 menit.

Yang 20 menit itu berlangsung di FP1yang masih memungkinkan beberapa pebalap turun ke lintasan, dengan hasil Max Verstappen (Red Bull Racing) tercepat.

FP2 makin parah, tak satu pun peserta masuk trek lantaran situasi dalam katagori red flag alias tertutup.

Sebenarnya para pebalap cukup percaya diri dengan kualitas wet tyre pasokan Pirelli untuk meneruskan sesi latihan.

Masalahnya, regulasi medis tak memungkinkan itu karena helikopter tak mungkin terbang jika terjadi sesuatu. Apalagi, jarak sirkuit ke rumah sakit rujukan sejauh 38 km.

Situasi itu membuat sesi Sabtu dan bahkan race day pada Minggu (9/4) nanti jadi tak menentu. Karena prakiraan cuaca diprediksi tetap, atau malah akan lebih parah pada Minggu.

Beberapa kemungkinan pun digulirkan, antara lain memajukan sesi balap ke hari Sabtu atau menunda balapan Minggu sampai cuaca memungkinkn.

Masalahnya, bagaimana jika cuaca tetap tak bersahabat  atau malah lebih parah. Apa iya GP China yang seri kedua musim 2017 itu dibatalkan?

Race Direction dan para petinggi FIA masih berkutat dengan berbagai kemungkinan dan solusinya. Hingga Jumat (7/4) petang WIB belum ada keputusan final.

“Sangat disayangkan, helikopter medis tak bisa beroperasi jika dibutuhkan. Itu alasan utama dan bisa diterima,”komentar Race Director Charlie Whiting.

Sejak kecelakaan fatal menimpa pebalap Elio de Angelis pada 1986, masalah safety memang menjadi concern penting dalam regulasi FIA. (andro)