mobilinanews (Bahrain) – Menempati pole position di GP Bahrain, Minggu(16/4) malam menjadi bukti Valtteri Bottas punya pace dan penguasaan trek mumpuni di sirkuit Sakhir.
Sayangnya, situasi membuatnya gagal mengawinkan pole perdana itu dengan kemenangan.
Cukup lama Bottas bertahan dan berkelit dari gempuran Sebastian Vettel (Ferrari) yang hanya dalam beberapa detik selepas start bisa melewati Lewis Hamilton.
Saat berada di belakang Vettel pun, driver Finlandia itu sesungguhnya masih punya kemampuan untuk mengejar.
Sayang, team order lewat radio memerintahkannya beri jalan untuk Hamilton.
Perintah itu datang sampai dua kali. Itu sebabnya Hamilton tampak sangat mudah menyalip mobil rekan setimnya di Mercedes itu.
“Saya ini pebalap. Mendengar perintah mengalah kepada rekan setim adalah sesuatu yang sangat buruk,” keluh Bottas yang akhirnya finish ke-3 di belakang Vettel dan Hamilton.
Bos Mercedes Toto Wolf akui keputusan ’menyingkirkan’ Bottas adalah pilihan sangat sulit namun harus dilakukan demi mengatrol Hamilton di kejuaraan dunia.
Atas dasar itu pula Bottas berusaha memahami situasi, sekaligus menghindari konflik internal.
“Lewis memang punya potensi lebih baik dari saya mengejar Sebastian. Saat itu kecepatan saya juga menurun akibat tekanan angin yang terlalu tinggi pada ban. Itu isu yang saya hadapi sejak start,” kilah Bottas, berupaya bijak. (andro)