Bekerja Dengan Hati Modal Membesarkan Sirkuit Sentul

Jum'at, 17/04/2015 20:59 WIB |

mobilinanews.com (Jakarta) – Lola Moenek identik dengan sirkuit Sentul Internasional. Membicarakan sirkuit internasional satu-satunya di Indonesia itu tak lepas dari figur wanita berdarah Padang nan enerjik ini.

Dari urusan mau menyewa sirkuit, pit, hospitality, paddock, parkir hingga mau buat acara di luar balap, harus berhadapan dengan Lola. Langkahnya cepat seperti berlari kecil itu menunjukkan memang figur yang gesit. Tapi, tak ada urusan yang tidak beres melalui dia.

“Bagi saya, urusan harus deal. Beres dan tuntas. Maka itu, kalau berhubungan dengan sirkuit Sentul dengan saya pasti puas hasilnya. Saya paham sampai urusan yang sekecil-kecilnya yang berhubungan dengan sirkuit Sentul. Saya banyak berguru dengan senior saya seperti Pak Tinton Soeprapto dan Pak Rio Sarwono,” ujar Lola.

lolslola

Apa tanggapannya makna hari Kartini?  “Kita sebagai wanita hendaknya menghargai seorang Kartini sebagai pejuang kaum wanita dari keterbatasannya. Dengan adanya perjuangan Kartini  maka banyak sekali sekarang ini wanita mempunyai karya bahkan menjabat sebagai wanita hebat. Untuk itu kita sebagai wanita tetap menjujung tinggi harkat dan martabat kita sebagai wanita,” terangnya.

Maka itu, Lola menempatkan Sri Kodarwati sang ibu sebagai pelindung, motivator dan penyemangat. Lola adalah anak pertama dari lima bersaudara pasangan Julizar Moenek dan Sari Kodarwati. Ayahnya seorang dokter hewan.

Adik-adiknya pada jadi semua. Ronaldy Julizar Moenek yang sarjana ekonomi sebagai pengusaha. Lalu, adik berikutnya Reydonnyzar Julizar Moenek pendidikan S3 sebagai Dirjen Anggaran Departemen Dalam Negeri. Lalu Ronaldo Julizar Moenek (servis manager Honda Bintaro) serta si bungsu Lolita Julizar Moenek ibu rumah tangga.

Bagaimana Lola memposisikan diri bekerja yang didominasi kaum pria? “Pekerjaan adalah hobi, memakai hati serta bertanggung jawab selalu berusaha memberikan yang terbaik,” sebut pengidola Margareth Theacher, Bunda Theresia dan Mahatma Gandhi ini.  

Riwayat bekerja di Sentul dari 1994 sampai sekarang. Mulai masuk 1993 bergabung dengan Rio Sarwono dan Richard Hendarmo untuk racing comitte menjalankan Formula Brabam di grand opening sirkuit Sentul.

Setelah itu diminta Tinton Soeparapto masuk dalam management sirkuit. “Saya menduduki posisi manager marketing karena diangga[ punya latar belakang otomotif. Sebelumnya, 1983, saya bersama Endang Hadisoemarto dan Aswin Bahar membesarkan komunitas balap di Ancol. Dari situ ditambah pelajaran dari Pak Tinton dan Pak Rio, menjadi general manager, saya bisa membesarkan Sentul sampai sekarang,” urai Lola.

Maju terus Bu Lola!