mobilinanews.com (Jakarta) – Kalau sebelumnya heboh berita di media menolak BG menjadi Kapolri, kali ini juga terjadi penolakan di ajang balap terhadap BG. Tepatnya, di balap Indospeed Race Series (IRS) yang selama 5 tahun ini digelar dengan sukses di sirkuit Sentul Internasional.
Tentu initial BG yang ini berbeda. Kalau BG yang satu itu akhirnya telah dilantik menjadi Wakapolri. Namun BG yang satu ini sudah semakin sepuh usianya dan terpojok, karena sudah ‘dibuang’ sebagai pengurus teras PP IMI yang membidangi balap motor.
Kenapa IRS seri kedua seperti menjadi momentum penolakan terhadap BG? Menyimak pernyataan Frans Tanujaya, ketua bidang olahraga roda PP IMI, menenangkan komunitas balap IRS. Bahwa tak perlu risau dengan dibatalkannya seri kedua IRS.
“Karena kelas 250 cc dan 600 cc tetap akan dilangsungkan kejurnasnya. Tetap di sirkuit Sentul, pada balapan Indoprix yang rencananya mulai Juni. Total akan digelar 3 seri bersamaan dengan pelaksanaan Indoprix,” ujar Frans.
Dari pernyataan itu, tergambar jelas bahwa pembatalan seri kedua IRS by design alias telah dikondisikan. Didahului dengan turunnya surat keputusan PP IMI menyatakan balap IRS tidak lagi menyandang predikat kejurnas.
Surat sakti itu turun tidak sampai seminggu sebelum hari H seri kedua IRS. Maka penyelenggara/promotor IRS yakni Indospeed Management dibikin putar otak. Kalau PP IMI mencabut label kejurnas, peluang menggelar IRS tetap terbuka dengan mengubah menjadi club event.
Namun kerja ekstra keras mengajukan rekom menjadi klub event ke pengprov IMI Jawa Barat menjadi sia-sia. Pasalnya, dalam ketentuan pengurusan rekom itu minimal memakan waktu 2 minggu. Padahal surat izin keramaian dari Polri sudah didapatkan.
“Surat dari Polri saja tidak cukup. Kalau PP IMI tidak mengirim steward of the meeting (pengawas perlombaa), ya kami tidak berani menggelar balapan. Itu regulasi yang tidak bisa ditawar, apalagi di sirkuit internasional sekelas Sentul,” ujar Dani Sarwono, Race of Director (pimpinan perlombaan) di Sentul.
Andi Susanto, perwakilan dari komunitas balap yang memohon-mohon agar balapan tetap digelar meski tidak kejurnas, tidak digubris Dyan Dilato saat briefing pada Jumat (24/4). Andi yang dari Bali itu menyebut bahwa pihaknya bersama tim yang lain sudah menyiapkan diri jauh-jauh hari dan berkomitmen dengan sponsor, merasa diperlakukan tidak adil dengan pembatalan yang terkesan mendadak dan sepihak.
Lalu apa hubungan dengan BG? BG adalah kreator IRS yang bertujuan mulia. Event ini dikhususkan untuk kelas supersport karena punya mimpi bisa melahirkan pebalap MotoGP dari Sentul. “Kita ini sudah tertinggal jauh dari negara lain. Kalau mau ngejar ya dengan fokus balap supersport, karena di MotoGP tidak ada balap motor bebek,” sebutnya pada mobilinanews suatu ketika.
Sayangnya, figur yang sudah puluhan tahun berkecimpung di dunia balap motor baik dalam maupun luar negeri ini, dan juga menjadi orang Indonesia terlama sebagai komisi balap motor FIM. Dianggap orang berandil membuat kejurnas balap motor sepi, dengan mendukung one make race Agen Pemegang Merek dan paling yang keras : dituding mencari keuntungan pribadi dari balap dengan bertindak sebagai penyelenggara balap.
Tak kurang, Komjen Pol Purn. Nanan Soekarna selaku ketua umum PP IMI menyebutnya sebagai salah satu pengurus yang mesti ‘dibersihkan’. “Pak BG direshuffle salah satunya karena alasan pengurus PP IMI tidak boleh nyambi sebagai promotor balap. Itu menjadi regulasi baru di PP IMI. Sehingga memungkinkan terjadi conflict of interest,” sebut Nanan.
Dan karena BG adalah kreator IRS, yang bakal mengalahkan pamor balap lain di Indonesia, dengan stigma negatif pula, maka BG harus ditolak.
Eh, omong-omong, sudah tahu kan yang dimaksud BG ini?