mobilinanews.com (Jakarta) – Dibatalkannya seri 2 Indospeed Race Series (IRS) di Sirkuit Sentul Internasional, 25-26 April lalu, berdampak sangat luas. Tidak hanya buat pebalap, tetapi juga pelaku lain di dalamnya seperti mekanik, helper, pemilik tim, sponsor hingga anak dan istrinya.
Apalagi indikasinya, seluruh sisa seri IRS secara otomotis juga terancam batal, akibat polemik ini. Ini ungkapan hati mereka di antaranya.
Ronald Sinaga : Reshuffle boleh saja. Tetapi eventnya jangan diobrak abrik dong saat musim balap sudah dimulai. Mungkin Pak Nanan belum mengerti persediaan balap untuk 1 tahun, itu rumitnya minta ampun.
Makanya IMI harus mempunyai pemimpin yang mengerti motorsport. Bukan orang yang angkuh berpikir super power, obrak-abrik semaunya tanpa berpikir panjang.
Pak Nanan sadar nggak, dengan status non-kejurnas event berarti akan banyak sponsor menarik diri. Tim-tim kecil, mekanik dan helper punya istri dan anak makan dari sini semua.
Benny Djati Utomo : Nggak perlu tahu siapa yang salah. Karena masing-masing punya dosa. Yang penting ke depannya, balap Indonesia jadi lebih baik. Kalau memang dibutuhkan, ya bentuklah asosiasi yang baik untuk kemajuan bersama dan dapat berfungsi sebagai balancing factor.
Semua harus ingat bahwa sponsor bisa saja melakukan ‘capital flght’ yaitu menggelontorkan dana promosi dan marketing ke arena lain. Bahkan negara lain. Wajar saja bila mereka mencari exposure yang lebih mendunia dan lebih jelas.
Di Indonesia ini dalam setahun ada ratusan event otomotif. Nggak mungkin juga seorang ketum mengawasi semua. Individu-individu di bawahnyalah yang penting dedikasinya untuk balap Indonesia.
Kalau individu regulator juga terlibat sebagai promotor (eksekutor), nggak akan beres juga sampai akhia zaman. Siapa controllernya coba? Nah fungsi kontrol inilah yang seharusnya diperkuat. Entah internal IMI atau perlu organisasi lain sebagai balancer.
Erwin Oei : Percuma tiap hari ribut di sosmed. Lebih baik duduk bareng dengan pihak PP IMI, penyelenggara, wartawan, ATPM, para tim. Biar tahu siapa yang salah mungkin ada beberapa hal yang kita nggak tahu jadi asal tebak. Ribut di sosmed gak ada gunanya.