Ketum IMI Nanan : Seri 3 Balap Motor IRS Sentul On Scheedule !

Selasa, 28/04/2015 15:16 WIB |
Dyan Dilato (kiri) bersama pebalap Rapid Topan. Semangat brotherhood
Dyan Dilato (kiri) bersama pebalap Rapid Topan. Semangat brotherhood

mobilinanews.com (Jakarta) – Kisruh balap motor Sentul, rupanya sampai ke telinga Komjen Pol Purn. Nanan Soekarna. Ketua Umum PP IMI itu mengaku tidak ingin seri seri balap IRS putus di tengah jalan.

Kepada Dyan Dilato, mantan pengurus PP IMI yang juga anggota komisi balap motor FIM yang menemuinya semalam di Jakarta, menginstruksikan seri ke-3 IRS harus bisa berlangsung di sirkuit Sentul. Rencananya, 9-10 mei 2015.

“Pak Nanan menyampaikan, tidak peduli siapa yang menyelenggarakan. Yang penting balapan harus jalan. Ini untuk pembinaan pebalap, jangan sampai pebalap dikorbankan,” ujar Dilato menirukan Nanan.

Disampaikan Dilato, soal SK pembatalan seri dua IRS itu sama sekali Nanan tidak diberi tahu. Karenanya tidak mendapatkan informasi dari pengurus bidang olahraga PP IMI. Maka itu, mengesampingkan nuansa politik yang terjadi saat pembatalan itu, Nanan minta seri IRS tetap dilanjutkan.

“Saya juga banyak memberi masukan ke Pak Nanan, terutama pentingnya menyelamatkan pebalap. Apalagi kita akan bersaing dengan pebalap lain dari Asia di ajang ARRC. Belum lagi, beberapa pebalap Indonesia juga berlomba di luar negeri. Jangan sampai istilahnya kompetisi terganggu,” sebut Dyan yang juga mantan pebalap.

Karena merasa sebagai brotherhood itu pula, Dyan memberanikan diri memimpin dialog dengan para pebalap, manajer dan tim pada Jumat (24/4) di press room Sentul. Meski Dyan juga tak lepas dari hujatan dan amarah para tim.

Perihal masalah biaya rekom kejurnas yang belum dibayarkan oleh BG, menurut Dilato itu bisa dibicarakan lebih lanjut. Kalau alasannya tidak memiliki dana, Nanan telah membuka diri untuk membuat surat kepadanya. Dan rekom bisa digratiskan. "Asalkan memang benar tidak ada dana. Jangan mengajukan BPJS, tetapi di rumah ada Ferrari," ujar Dyan.

Yang Dyan tahu, pihak penyelenggara IRS mengaku sudah beberapa kali ingin bertemu dengan pihak PP IMI. Tetapi komunikasi melalui telepon, sms hingga email, tidak pernah direspon sekjen PP IMI. "Ya susah kalau komunikasi mampet kayak gitu. Intinya, di sini saya lihat memang kurang lancarnya komunikasi antara kedua pihak, sehingga tidak ada message yang sampai," ungkapnya lagi.

Semoga segera ada jalan keluar.